Pandemi, Usaha Kerupuk di Jember Sulit Berproduksi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JEMBER  – Menjalani usaha di masa pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri. Salah satunya, usaha produksi kerupuk di Jember yang mengalami penurunan omzet akibat pandemi.

Rahayu Winarti, warga Kelurahan Ajung, Kecamatan Ajung, Jember, mengatakan, omzet pendapatan yang didapatkan mengalami penurunan. Hal ini membuat dirinya harus mencari cakupan pasar yang lebih luas lagi.

“Beberapa toko langganan yang biasa menerima penjualan krupuk, masih banyak yang belum terjual,” ujar Rahayu Winarti kepada Cendana News  saat dijumpai di Kelurahan Ajung, Kecamatan Ajung, Jember, Selasa (3/8/2021).

Winarti menambahkan, turunnya omzet yang didapatkan, membuat dirinya semakin sulit dalam memproduksi usaha kerupuk yang ia jalani.

“Pendapatan menurun memiliki dampak terhadap produksi. Hasil yang didapatkan kadang kala sangat mepet dengan biaya produksi yang dikeluarkan,” jelasnya.

Menyadari akan hal itu, Winarti mengatakan, agar usaha yang dijalani tetap bertahan di masa pandemi, perlu  mencari distribusi pasar yang lebih luas.

“Di sini untuk distribusi kerupuk ada bagian sendiri yang bertugas, yakni satu orang. Biasanya setiap hari sudah ada pelanggan tetap yang bisa langsung didatangi. Karena beberapa tempat masih  belum laku dan habis, terpaksa kita cari tempat distribusi baru,” ungkapnya.

Winarti menambahkan, selama keadaan masih normal, sehari ia bisa menerima pendapatan Rp500.000, kini ia hanya bisa mendapatkan Rp300.000.

Terpisah, Wiwik Wulandari, salah satu karyawan mengatakan, dirinya sudah lama menjadi karyawan. Pendapatan yang didapatkan dari hasil dirinya menjadi pembungkus kerupuk pun berkurang.

Wiwik Wulandari, saat ditemui Cendana News di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Jember, Selasa (3/8/2021).- Foto: Iwan Feri Yanto

“Biasanya sehari saya bisa mendapat pemasukan sebanyak Rp40.000. Tetapi akhir-akhir ini hanya mendapat Rp25.000 dari upah yang didapatkan,” ucapnya.

Meskipun upah turun Wiwik mengaku, masih bisa bersyukur.

“Setidaknya saya setiap hari masih ada pemasukan, walaupun itu tidak besar. Paling tidak bisa menambah pemasukan yang dapat membantu mencukupi kebutuhan keluarga,” katanya.

Lihat juga...