Paralimpiade 2020 Tokyo, M Fadli Berpeluang Rebut Medali Para Balap Sepeda

Atlet para-sepeda Indonesia, M. Fadli Imammudin, saat berlaga di final nomor 4.000 m individual pursuit putra C4-C5 para-sepeda di Asian Track Championship 2019 di Jakarta International Velodrome, Jakarta, Kamis (10/1/2021) - foto Ant

JAKARTA – Atlet para-balap sepeda Indonesia, Muhammad Fadli Imammuddin, berpeluang menyumbangkan medali dari nomor C4 4000m individual pursuit Paralimpiade Tokyo 2020. Sebelumnya, dia gagal pada nomor C4-C5 1000m time trial, yang digelar di Izu Velodrome, Kamis (26/8/2021).

Menurut pelatih para-balap sepeda, Fadillah Umar, Fadli masih memiliki peluang untuk berprestasi pada nomor C4 4000m individual pursuit, karena salah satu pesaing beratnya, Jody Cundy asal Inggris Raya, tidak akan berlomba pada nomor tersebut. “Dari awal persiapan, Fadli memang untuk tampil di nomor 4000 meter, karena ia memiliki endurance bagus. Dengan absennya Cundy, maka membuka persaingan antar pebalap,” kata Fadil, Kamis (26/8/2021).

Dengan absennya Cundy, maka pesaing terberat lainnya pada perlombaan nanti adalah, pebalap Slovakia Jozef Metelka, pebalap nomor satu dunia yang memiliki spesialisasi pada nomor 4000m. Dia juga bahkan merebut medali perunggu pada nomor C4-C5 time trial 1000m di Tokyo.

Selain Metelka, rival berat lainnya adalah, pebalap nomor dua dunia asal Rumania Carol-Eduard Novak. Meski demikian, Fadli dinilai tetap berpeluang mencatatkan waktu terbaik, berdasarkan hasil pada kejuaraan yang diikuti sebelumnya.

Pada nomor C4 4000m individual pursuit, Fadli memiliki catatan waktu terbaik saat berlaga di UCI Para-cycling Track World Championships di Milton, Kanada pada Februari 2020. Ketika itu dia finis di urutan ketujuh.

Sebelumnya, pebalap berusia 37 tahun itu juga meraih medali emas di Asian Para Games 2018 pada disiplin tersebut. Menurut Fadillah, Fadli, saat ini berada dalam kondisi prima dan diharapkan ia bisa menunjukkan penampilan terbaik di Izu Velodrome, Jumat (27/8/2021) untuk mengharumkan nama Indonesia.

Fadli, belum mampu menyumbangkan medali bagi Indonesia setelah finis di urutan ke-17 nomor C4-C5 1000m time trial di Tokyo, dengan mencatatkan waktu 1 menit 10,423 detik. Ia terpaut 8,886 detik dari peraih medali emas asal Spanyol, Alfonso Cabello Llamas, yang menyelesaikan balapan dengan waktu 1 menit 01,557 detik.

Di posisi kedua dihuni pebalap Inggris Raya, Jody Cundy, dengan catatan waktu 1 menit 01,847 detik. Pebalap Slovakia Jozef Metelka meraih perunggu dengan 1 menit 04,786 detik. Meski demikian, torehan waktu Fadli di Paralimpiade hari itu merupakan rekor terbaik sepanjang kariernya sebagai atlet para-balap sepeda. (Ant)

Lihat juga...