Pedagang Bambu di Bandar Lampung Masih Bisa Untung di Masa Pandemi

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Mendekati peringatan hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia, kebutuhan batang pinang dan bambu di Bandar Lampung, meningkat. Meski permintaan berkurang dibandingkan sebelum pandemi, sebagian pedagang masih bisa menangguk untung.

Firmansah, pedagang bambu sekaligus bendera di kawasan jalan Cut Nyak Dien, Tanjung Karang, Bandar Lampung, menyediakan ratusan batang bambu yang biasa digunakan untuk membuat gubuk, pagar, perabotan hingga tiang bendera.

Berbagai ukuran bambu dijualnya dengan harga bervariasi, mulai Rp8.000 hingga Rp10.000. Bambu makin banyak diminati untuk pembuatan gapura dan tiang bendera.

Adanya tradisi mengibarkan bendera merah putih, umbul-umbul, meningkatkan penjualan. Sejak akhir Juli, ia mengaku menerima permintaan jenis bambu hijau khusus tiang bendera, umbul-umbul hingga ratusan batang. Sebagian bambu yang akan dijual telah dibersihkan, dipotong ukuran 4 hingga 6 meter. Menyesuaikan kebutuhan, warga bisa membeli berbagai ukuran.

“Masih ada keuntungan dari menjual bambu, ditambah dengan peluang menjual bendera setelah diajak kerja sama oleh kerabat dengan sistem bagi hasil. Meski menjual bendera hanya musiman, namun untuk penjualan bambu, batang pinang selalu tersedia setiap hari serta bisa melayani dalam jumlah banyak,” terang Firmansah, saat ditemui Cendana News, Selasa (3/7/2021).

Khusus untuk batang pinang, Firmansah menyebut hanya menyediakan beberapa batang sebagai contoh. Batang pinang dengan ketinggian mencapai 8 meter dijual dengan harga Rp150.000.

Pembuatan perahu dan bagan menggunakan konstruksi bahan kayu jati, batang pinang dan bambu di Kelurahan Kota Karang, Kecamatan Teluk Betung Barat, Bandar Lampung, Selasa (3/8/2021). -Foto: Henk Widi

Dalam kondisi normal, saat peringatan HUT kemerdekaan RI batang pinang banyak digunakan untuk lomba panjat pinang. Namun, dua kali peringatan HUT kemerdekaan RI selama pandemi, lomba tersebut ditiadakan.

Ia menjelaskan, batang pinang dipergunakan untuk sejumlah kebutuhan. Kualitas batang pinang yang tua berukuran besar kerap banyak digunakan untuk pelengkap konstruksi bangunan.

Firmansah menyebut, batang pinang kerap digunakan sebagai pelengkap pembuatan saung warung makan. Sejumlah saung dengan memakai bambu, batang pinang menambah estetika.

“Sebagian batang pinang dibeli oleh warga perkampungan nelayan yang tinggal dekat pantai untuk rumah, perahu dan bagan tangkap ikan,” ulasnya.

Selain menjual bambu dan batang pinang, Firmansah mengaku menjual bendera dengan sistem bagi hasil. Cara tersebut dilakukan untuk menambah penghasilan kala pandemi.

Meski sebagai pelaku usaha kecil terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, ia belum menerima bantuan.

Penggunaan bambu dan batang pinang pendukung usaha tangkap nelayan diakui Subakir. Warga yang tinggal di Kelurahan Kota Karang, Kecamatan Teluk Betung Barat itu menyebut, bambu dan batang pinang berfungsi sebagai modal usaha.

Membeli bahan baku bambu dan batang pinang, bisa menjadi sarana untuk membuat perahu dan bagan. Sejumlah tukang kayu juga bisa mendapat upah dari pembuatan bagan, perahu.

“Jenis bambu yang digunakan harus memiliki diameter yang tepat, usia yang tua, sehingga lebih awet sebagai bagan,” terang Subakir.

Subakir menyebut, pemanfaatan bambu, batang pinang ikut mendukung sarana produksi. Selain digunakan untuk kebutuhan sendiri, ia juga melayani pesanan dari sejumlah produsen ikan asin dan ikan teri.

Proses pengeringan memakai bambu yang dibuat menjadi para-para, mempercepat produksi ikan asin. Penggunaan bambu dan batang pinang skala besar diterapkan untuk bangunan rumah dan bagan apung.

Bagan apung, sebut Subakir, dominan memakai bambu apus, bambu ori, dan bambu hitam. Tambahan sebagai penguat konstruksi berupa batang kayu jati, batang pinang serta mahoni.

Sebagai modal fasilitas usaha, biaya yang dikeluarkan bisa mencapai puluhan juta rupiah. Namun dengan penggunaan bambu, kegiatan nelayan tangkap memakai bagan apung menjadi sumber penghasilan.

Subakir yang menerima pesanan ratusan batang bambu dan batang pinang, mengaku harus melakukan survei. Survei ke kebun untuk melihat kualitas bambu dan batang pinang.

Sebelum ditebang, ia harus bisa mengestimasi usia dan kualitas. Pembeli kerap ingin mendapatkan bambu dan batang pinang berkualitas, agar konstruksi bagan apung awet. Pada pembuatan perahu batang pinang, bambu digunakan sebagai gelagar.

Lihat juga...