Pelonggaran PPKM, Warung Makan di Banyumas Mulai Ramai

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Penurunan angka positif Covid-19 serta angka kematian pasien Covid-19 di Kabupaten Banyumas, membuat Banyumas memberikan kelonggaran terhadap sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk beroperasi, sehingga warung-warung makan mulai ramai pengunjung.

Seperti yang terlihat pada salah satu warung makan di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Sejak pagi hari, pengunjung sudah banyak yang berdatangan untuk makan, baik bersama keluarga atau pun teman kerja, ada pula yang datang rombongan untuk acara kantor.

“Sudah lama ingin makan di sini, hidangan seafood-nya terkenal enak dan tempatnya juga nyaman. Kemarin waktu pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, tidak boleh makan di lokasi dan itu selama satu bulan lebih. Jadi begitu sudah diperbolehkan, warung makan menerima pengunjung makan di tempat, saya juga langsung ke sini dengan rombongan teman-teman kantor, sekalian rapat di sini,” kata Puji Purwanto, warga Kota Purwokerto, Selasa (31/8/2021).

Pengunjung warung makan, Puji Purwanto di Purwokerto, Selasa (31/8/2021). Foto: Hermiana E. Effendi

Menurut Puji, kemarin awal pemberlakuan PPKM, warung makan tersebut tetap buka, hanya saja untuk menikmati hidangan seafood dengan dibawa pulang ke rumah, rasanya kurang nikmat. Sehingga selama sebulan lebih, ia berhenti total tidak menikmati makanan warung makan tersebut.

“Rasanya beda kalau makan seafood dibungkus dan dibawa pulang, jadi memang menunggu boleh makan di tempat, baru datang ke sini,” tuturnya.

Dari pantauan di lapangan, warung makan serta restoran di wilayah Kota Purwokerto sudah mulai ramai pengunjung. Penyekatan jalan-jalan sudah banyak berkurang serta izin untuk menerima pengunjung makan di tempat, membuat sektor UMKM kembali bergeliat.

Salah satu pemilik warung makan, Neni mengatakan, selama larangan makan di tempat, warung makannya sangat sepi, mengingat sebagian besar pelanggannya adalah anak-anak kos serta mahasiswa dan pegawai kantoran yang biasa makan di tempat.

“Biasanya pelanggan saya makan ambil sendiri dan langsung makan di sini, jadi ketika tidak diperbolehkan makan di tempat, banyak pelanggan yang tidak datang. Kalau untuk order pesanan yang diantar juga tidak terlalu banyak, jadi warung makan sangat sepi sampai saya mengurangi jumlah menu makanan,” tuturnya.

Setelah diperbolehkan untuk makan di tempat, warung makan milliknya langsung ramai. Terlebih lagi, sekarang juga tidak ada pembatasan waktu makan ataupun jam operasional, sehingga pelaku UMKM sektor makanan lebih leluasa untuk meraup pendapatan.

Bupati Banyumas, Achmad Husein, dalam sepekan terakhir memang berkomitmen untuk fokus kembali mempercepat pemulihan ekonomi. Dari mulai mal hingga warung makan, diberikan kelonggaran untuk beroperasi dan menerima pengunjung.

Lihat juga...