Pemberlakuan PPKM, Pelaku Usaha Pertanian Kesulitan Balik Modal

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Sejumlah pelaku usaha penjualan buah segar di Jalan Hayam Wuruk, Kedamaian, Bandar Lampung tetap buka hingga malam.

Sartijo, salah satu pedagang durian, hasil pertanian asal kabupaten lain di Lampung tetap membuka usaha untuk menghabiskan stok buah. Beberapa buah yang tidak laku bahkan terpaksa dibelah untuk dijadikan sebagai tempoyak memakai botol air mineral.

Sartijo menyebut tetap mengikuti instruksi walikota Bandar Lampung Nomor 6 Tahun 2021. Aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di kota Bandar Lampung diberlakukan sejak Senin (26/7/2021) hingga Senin (2/8/2021).

Namun perpanjangan PPKM Level 4 dilakukan hingga Senin (9/8/2021) mendatang. Imbasnya ia mengaku merugi.

Kerugian sebutnya dampak masyarakat yang mengurangi kegiatan di luar. Sartijo menyebut sebelumnya usaha penjualan durian mengandalkan warga yang menikmati suasana luar rumah.

Penjualan per hari sebutnya bisa mencapai 100 buah namun selama PPKM level 4 hanya mencapai 50 buah. Modal untuk kulakan dari pengepul, distributor besar sebutnya belum kembali.

“Biasanya saya melakukan sistem tebas atau membeli buah durian langsung dari petani, tapi karena modal terbatas memilih membeli dari distributor meski selisih keuntungan berkurang, dampaknya tentu modal sulit kembali bahkan merugi karena daya tahan durian terbatas,” terang Sartijo saat ditemui Cendana News, Senin malam (2/8/2021).

Sartijo menyebut margin keuntungan menjual durian sebutnya bisa mencapai belasan hingga puluhan ribu per butir. Namun karena pelanggan berkurang imbas PPKM level 4 ia memilih melakukan pengurangan harga.

Durian yang harganya dikurangi kerap dilakukan untuk meminimalisir kerugian. Meski sulit balik modal ia mengaku tidak kapok berbisnis usaha durian.

Pedagang durian di Jalan Sultan Agung, Kedaton, Mardiansah, menyebut tetap buka sepanjang hari. Memanfaatkan lapak yang ada di tepi jalan ia mengaku bisa berjualan hingga tengah malam.

Menyiasati agar buah durian tetap laku ia memilih tetap tinggal di lapak agar bisa melayani pembeli yang ingin merasakan buah durian. Menjual buah durian sebutnya tetap bisa dilakukan dengan sistem dibawa pulang.

“Kalau menerapkan sistem buka tutup dengan mengikuti aturan PPKM level 4 dengan operasional dibatasi modal tidak kembali,” tegas Mardiansah.

Mardiansah mengaku usaha berbasis hasil pertanian buah durian rentan merugi. Sebagai langkah menghindari kerugian lebih dalam ia menjual buah durian ke sejumlah pelaku usaha kuliner.

Pelaku usaha kuliner yang membeli buah durian meliputi jus buah durian, es cendol durian, roti hingga martabak. Mengandalkan konsumen umum sebutnya tidak menutupi biaya modal, operasional yang dikeluarkan.

Pelaku usaha bisnis berbasis pertanian kelapa muda, Nurdiah di Jalan Yos Sudarso, Teluk Betung mengaku memilih tetap berjualan hingga malam.

Pedagang kelapa muda di Jalan Yos Sudarso, Teluk Betung, Nurdiah (kanan) tetap bisa membuka usaha selama PPKM Level 4 hingga diperpanjang pemberlakuan, Senin sore (2/8/2021) – Foto: Henk Widi

Ia menyebut usaha miliknya menerima pesanan kelapa muda untuk dibungkus. Pemberlakuan PPKM Level 4 sebutnya ikut meningkatkan permintaan akan kelapa muda. Namun dibandingkan sebelum pemberlakuan PPKM ia bisa menjual lebih banyak kelapa muda.

“Kelapa muda banyak diminati untuk minuman segar yang diyakini bisa menambah kesegaran tubuh,” bebernya ditemui Senin sore.

Nurdiah menyebut antisipasi kerugian ia memilih menyiapkan stok terbatas. Normalnya ia bisa menyediakan sebanyak 300 butir namun saat PPKM Level 4 memilih menyediakan stok 200 butir.

Cara itu dilakukan agar tetap bisa menutupi modal yang dikeluarkan. Sistem yang diterapkan sebutnya  memakai cara pembayaran bertahap.

Saat sebanyak 200 buah kelapa dikirim ia akan membayar separuhnya. Cara itu tetap menguntungkan pemasok dan penjual seperti dirinya.

Lihat juga...