Pemkab Banyumas Belum Ada Rencana Gelar PTM

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Sejak minggu kedua bulan Agustus, kondisi riil Kabupaten Banyumas sudah masuk kategori pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3, dimana angka positif serta jumlah pasien Covid-19 meninggal dunia menurun. Meskipun begitu, belum ada rencana untuk mulai dibuka pembelajaran tatap muka (PTM) bagi sekolah-sekolah.

Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, pihaknya memilih untuk lebih bersikap hati-hati dan tidak gegabah, sehingga PTM lebih baik ditunda terlebih dahulu. Mengingat kegiatan PTM akan melibatkan anak-anak, di mana saat ini sebagian besar anak serta remaja usia sekolah di Kabupaten Banyumas belum mengikuti program vaksinasi.

“Kalau dilihat dari kondisi riil, Kabupaten Banyumas sudah masuk level 3 dan untuk PTM bisa dipertimbangkan mulai dibuka. Tetapi kita memilih untuk menunda dulu saja,” katanya, Kamis (26/8/2021).

Pertimbangan lain untuk menunda PTM, lanjutnya, sampai dengan saat ini jumlah guru yang meninggal dunia akibat Covid-19 di Kabupaten Banyumas ada 32 orang. Dan sampai saat ini, status Kabupaten Banyumas masih level 4, hal tersebut melihat dari indikator pada minggu pertama bulan Agustus, yaitu tanggal 2 – 7 Agustus, akumulasi kasus kematian Covid-19 selama satu minggu ada 125 orang. Padahal untuk batas level 4, angka kematian 90 orang per minggu.

“Minggu pertama kita memang masih tinggi angka kematian Covid-19, namun memasuki minggu kedua sampai dengan hari ini sudah menurun dan secara kondisi di lapangan sudah turun level, semoga bulan depan Banyumas sudah masuk level 3 atau lebih menurun lagi levelnya,” jelas Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banyumas, Irawati mengatakan, untuk pemberlakuan PTM, pihaknya masih menunggu kebijakan dari tim Satgas Civid-19 Kabupaten Banyumas. Sehingga dalam waktu dekat ini, belum ada rencana untuk dimulai PTM.

“Sampai hari ini belum ada pemberitahuan dari tim Satgas Covid-19 Kabupaten Banyumas terkait diperbolehkannya PTM, jadi kami juga belum akan memperbolehkan PTM bagi sekolah-sekolah semua jenjang,” tuturnya.

Terkait jumlah guru yang meninggal dunia akibat Covid-19, Irawati mengungkapkan, kemungkinan jumlahnya lebih dari 32 orang, karena belum semua laporan masuk. Ia juga meminta agar para guru dan tenaga pendidik untuk lebih berhati-hati dan selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatannya. Meskipun kegiatan di sekolah dibatasi, namun guru juga mempunyai aktivitas di luar sekolah.

Lihat juga...