Pendampingan Diperlukan dalam Vaksinasi Covid-19 Penyandang Disabilitas

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Penyandang disabilitas, menjadi salah satu kelompok yang rentan terpapar Covid-19. Hal tersebut karena sebagian besar dari mereka, masih bergantung terhadap orang tua maupun pendampingnya untuk membantu memenuhi kebutuhan.

Yayuk, orang tua penyandang disabilitas, saat ditemui di sela mengantarkan sang anak mengikuti vaksinasi covid-19 di Balaikota Semarang, Jumat (27/8/2021). Foto Arixc Ardana

Hal tersebut mendorong pemerintah, agar kelompok disabilitas menjadi target dalam pelaksanaan vaksinasi covid-19, sebagai upaya perlindungan mereka dari paparan virus tersebut. Termasuk di Kota Semarang.

“Awalnya saya, sebagai orang tua, masih was-was, namun seiring berjalannya waktu, saya sadar bahwa anak saya berkebutuhan khusus, rentan terpapar Covid-19, jadi saya membulatkan diri untuk mengajaknya mengikuti vaksinasi untuk melindungi kesehatannya,” papar Yayuk, orang tua penyandang disabilitas, saat mengantarkan anaknya mengikuti vaksinasi di Balaikota Semarang, Jumat (27/8/2021).

Di satu sisi, bukan persoalan mudah juga untuk meyakinkan sang anak, untuk mau divaksinasi dengan keterbatasan yang dimiliki.

“Jadi saya beri pengertian dulu, selain itu, juga saya coba berikan pemahaman yang mudah. Misalnya, tadi anak saya minta main ke salah satu pusat perbelanjaan, saya katakan kalau mau main ke mall, syaratnya harus divaksin dulu, disuntik. Ternyata anak saya mau, jadi hari ini mengikuti vaksinasi untuk suntikan yang pertama,” terang warga Banyumanik Semarang tersebut.

Disebutkan, anaknya merupakan penyandang autis, serta memiliki kesulitan untuk diajak komunikasi dengan orang lain, kecuali pada orang tuanya.

“Jadi tadinya saya sempat khawatir juga, apalagi kalau di cek tekanan darah, dia suka teriak-teriak, namun tadi alhamdulillah, berjalan baik. Sewaktu disuntik juga lancar,” tandasnya.

Dirinya sebagai orang tua pun berharap, dengan mengikuti vaksinasi covid-19, putranya bisa terlindungi dari paparan covid-19.

Hal senada juga disampaikan orang tua penyandang disabilitas lainnya, Eko Wahyu. Meski awalnya sempat ragu untuk mengajak anaknya, mengikuti vaksinasi covid-19, namun dirinya menyadari bahwa hal tersebut untuk kebaikan peserta vaksin.

“Ya dengan keterbatasan yang dimiliki, sebagai penyandang disabilitas, saya sempat ragu juga, saat mengajak anak saya untuk vaksinasi. Namun karena ini untuk kebaikannya juga, jadi saya juga mengikhlaskan agar anak saya divaksin covid-19,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang Abdul Hakam menjelaskan, para penyandang disabilitas di Kota Semarang mulai hari ini (Jumat-red) menjalani vaksinasi suntikan pertama di Balaikota Semarang.

Selain itu, vaksinasi covid-19 untuk disabilitas juga dilakukan di sejumlah puskesmas di Kota Semarang, salah satunya di Puskesmas Halmahera dan Kedungmundu.

“Kita sediakan kuota 500 dosis vaksin sinopharm untuk penyandang disabilitas. Syaratnya, warga Kota Semarang, usia diatas 18 tahun, difabel dan ODGJ (orang dengan gangguan jiwa), serta sudah mendaftarkan diri untuk menerima vaksin melalui victori.semarangkota.go.id,” terangnya.

Dijelaskan, secara keseluruhan Kota Semarang mendapatkan kuota sebanyak 1.500 dosis vaksin Sinopharm, bantuan dari Presiden, yang dikhususkan untuk penyandang disabilitas.

“Kita minta agar masyarakat yang memiliki keluarga penyandang disabilitas, untuk segera mendaftarkan diri, agar bisa secepatnya divaksin,” tambahnya.

Di lain sisi, Hakam juga menjelaskan, mengingat ragamnya disabilitas dan karakter berbeda yang melekat, setiap anak memerlukan cara penanganan dalam mengikuti vaksinasi.

“Untuk itu, diperlukan proses pendampingan, dari orang tua atau pendamping, agar proses vaksinasi kepada para penyandang disabilitas ini bisa berjalan dengan lancar,” pungkasnya.

Lihat juga...