Pengelolaan Warung Kita di Kedungkangdang Mulai Membaik

Editor: Koko Triarko

MALANG – Warung Kita sebagai salah satu unit usaha Koperasi Unit Desa (KUD) Suluh Sejahtera Mandiri di Kedungkandang, terus berbenah untuk memperbaiki kondisi keuangan, sekaligus menambah pelanggan. Pasalnya, selama hampir dua tahun berdiri, dengan berbagai permasalahannya Warung Kita yang berlokasi di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Kedungkandang ini belum mampu menghasilkan laba yang ditargetkan. 

Kepala Unit Modal Kita sekaligus penanggung jawab warung yang baru, Sufi Chusnianingsih, mengaku di tahun awal berdirinya Warung Kita memang ada beberapa permasalahan dan pengelolaan yang kurang tepat, yang pada akhirnya justru mengakibatkan Warung Kita tidak mampu berkembang dan kalah bersaing.

Menurutnya, di tahun pertama modal warung justru banyak tergerus untuk membayar gaji karyawan penjaga toko. Padahal, waktu itu laba yang diperoleh warung belum seberapa dan pelanggannya juga belum banyak.

“Harusnya diawal-awal buka, jangan dulu mengambil karyawan baru untuk menjaga toko, karena masih bisa kita pegang sendiri. Sekarang akibatnya modal warung sudah habis dan hanya menyisakan beberapa barang saja untuk dijual,” jelasnya, kepada Cendana News.

Disampaikan Sufi, terhitung sejak Februari 2021 kemarin ia mendapatkan kepercayaan sebagai penanggung jawab warung. Pada saat itu, kondisi keuangan warung sudah minus dan ia hanya ditinggali beberapa produk saja tanpa ada sisa dana dari pengurus yang lama.

“Dari sisa barang itu, akhirnya kita jual dan hasilnya kita putar lagi. Alhamdulillah, sekarang sudah ada sisa kas yang berkembang terus, terutama dari LPG,” sebutnya.

Kalau dulu ada pengeluaran untuk gaji penjaga toko, sekarang sudah tidak ada lagi. Karena ia digaji dari unit Modal Kita, bukan dari laba warung.

“Jadi, laba dari Warung Kita sekarang ini hanya digunakan untuk tambah modal pengembangan warung saja,” tuturnya.

Disebutkan Sufi, sejak ia pegang bulan Februari sampai Juli 2021, laba total Warung Kita sebesar Rp3.388.283. Menurutnya, angka tersebut memang terbilang masih sedikit, karena mereka belum bisa banyak kulakan barang dagangan, sebab terkendala modal dan masih minimnya konsumen. Terlebih di samping kanan kiri

Warung Kita kompetitornya ketat, bahkan ada warung yang buka 24 jam. Sedangkan Warung Kita hanya buka mulai pagi sampai sore dan hari Minggu libur.

“Jadi kita belum berani belanja banyak, yang penting ada barang,” ucapnya.

Namun jika dilihat dari sisi harga, Warung Kita sebenarnya mampu bersaing, apalagi harga yang mereka tawarkan minimal sama, bahkan lebih murah dari toko yang lain, karena Warung Kita belum terlalu banyak mengejar laba. Hanya saja, yang menjadi permasalahan, produk yang dijual di Warung Kita terbilang kurang lengkap.

“Harga murah pun kalau misalnya toko itu tidak lengkap, pasti orang harus datang lagi ke toko yang lain. Harusnya kalau toko murah itu barangnya juga harus lengkap. Jadi, orang sekali masuk semua kebutuhan terpenuhi sehingga pembeli tidak perlu belok ke toko yang lain,” ujarnya.

Karenanya, ke depan pihaknya ingin menambah lebih banyak produk lagi untuk dijual dan melakukan promo.

Sementara itu, Manajer Usaha KUD Suluh Sejahtera Mandiri, Siti Mutamimatul Ula, mengatakan sejak Februari mereka tidak lagi hanya menunggu pembeli datang ke toko. Tetapi, juga langsung mendatangi calon konsumen untuk menawarkan beberapa produk yang mereka jual.

“Jadi mulai bulan kemarin kita banyak jemput bola, langsung kita tawarkan ke toko-toko atau calon konsumen. Mereka butuh produk apa, bisa langsung telepon ke kami,” ungkapnya.

Selain melayani pembelian satuan atau eceran, pihaknya juga melayani pembelian dalam partai atau jumlah besar dengan harga yang lebih murah.

Lihat juga...