Per 21 Agustus, Realisasi Anggaran Kementan Capai 48,35 Persen

JAKARTA — Kementerian Pertanian mencatat realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2021 mencapai Rp7,85 triliun atau 48,35 persen dari pagu Rp16,25 triliun.

Data hingga 21 Agustus menunjukkan terdapat outstanding kontrak senilai Rp2,28 triliun sehingga diharapkan realisasi serapan anggaran dapat mencapai Rp10,13 triliun atau 62,36 persen, kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Jakarta, Rabu.

“Untuk itu kami terus melakukan percepatan pelaksanaan kegiatan dan penyelesaian administrasinya,” katanya dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI.

Rincian realisasi per unit kerja dengan pagu anggaran Rp14,45 triliun, meliputi Sekretaris Jenderal Rp1,66 triliun, Inspektorat Jenderal Rp97,68 miliar, dan Dirjen Tanaman Pangan Rp1,77 triliun.

Selanjutnya, Dirjen Hortikultura Rp1,04 triliun, Dirjen Perkebunan Rp1,31 triliun, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Rp1,85 triliun, dan  Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Rp2,61 triliun.

Kemudian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Rp1,33 triliun, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Rp1,09 triliun, Badan Ketahanan Pangan Rp577,39 miliar, dan Badan Karantina Pertanian Rp1,10 triliun.

Pada sisi capaian fisik, pelaksanaan program dan kegiatan dilaporkan hingga 21 Agustus 2021 bahwa kegiatan utama Kementan sebagian besar telah berjalan dengan baik.

Beberapa kegiatan pendukung kecukupan kebutuhan pangan seperti pengembangan padi telah terealisasi 52,95 persen, pengembangan jagung 82,16 persen, kawasan bawang merah 84,33 persen, kawasan aneka cabai 91,18 persen, kawasan rempah 83,91 persen, kawasan karet 74,38 persen, dan kawasan kakao 62,03 persen.

Selain itu,  embung pertanian sebesar 77,81 persen, jaringan irigasi tersier 73,50 persen, dan jalan usaha tani 92,40 persen, irigasi perpompaan 63,37 persen, pekarangan pangan lestari untuk mendorong pergerakan ekonomi di pedesaan senilai 80,50 persen. [Ant]

Lihat juga...