Percepat Vaksinasi COVID-19 Tahap Kedua, Denpasar Lakukan Jemput Bola ke Banjar

Warga Denpasar ikut vaksinasi COVID-19 tahap kedua - foto Ant

DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar, Bali, terus berupaya melakukan percepatan penyuntikan vaksinasi COVID-19 tahap kedua, dengan melakukan secara jemput bola, berbasis banjar atau dusun.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr Luh Putu Sri Armini mengatakan, sistem jemput bola tersebut sangat efektif untuk melakukan vaksinasi COVID-19. “Vaksinasi berbasis banjar atau dusun dan sistem jemput bola, akan mempercepat warga mendapatkan vaksinasi, seperti yang dilakukan di Banjar Tunjung Sari, Desa Peguyangan, Kecamatan Denpasar Utara,” ujarnya, Senin (30/8/2021).

Kepala Desa Peguyangan, Kangin Wayan Susila mengatakan, pelaksanaan vaksinasi dosis kedua di Banjar Peninjoan dan Banjar Tunjung Sari Desa Peguyangan, telah berjalan lancar. Antusias warga mengikuti vaksinasi sangat tinggi.

Untuk Banjar Peninjoan, masyarakat yang dijadwalkan mengikuti vaksinasi sebanyak 400 orang. Dan yang berhasil divaksin sebanyak 367 orang, sisanya belum bisa divaksin karena tidak memenuhi syarat, seperti mengalami hipertensi atau sakit lainnya. Sedangkan untuk di Banjar Tunjung Sari, dari yang dijadwalkan sebanyak 500 orang, hampir 99 persen lolos mengikutinya. Pelaksanaan vaksinasi dilakukan oleh tenaga kesehatan Puskesmas III Denpasar Utara.

Wayan Susila mengimbau, bagi warga yang belum mendapatkan vaksin kedua, kelian lingkungan diminta untuk mengarahkan masyarakat untuk mengikuti penyuntikan di Banjar Jurang Asri. “Bagi yang tadi belum vaksin, besok bisa ikut dalam pelaksanaan vaksin dosis kedua di Banjar Jurang Asri. Kebetulan besok vaksin dosis kedua juga berlangsung disana,” katanya.

Proses pelaksanaan vaksinasi COVID-19 telah berjalan lancar. Bahkan kesadaran masyarakat juga tinggi akan pentingnya vaksinasi. Selain itu masyarakat juga sadar untuk mengikuti penelusuran (tracing) jika ada yang terjangkit COVID-19.

Dengan semua masyarakat divaksin, diharapkan kekebalan kelompok (herd immunity) dapat segera tercapai. Hal itu diyakini, akan memberikan dampak bagi pemulihan ekonomi masyarakat dan pariwisata di Kota Denpasar. Wayan Susila menyebut, pihaknya juga berharap masyarakat mengikuti program pemerintah dan mentaati protokol kesehatan, untuk menekan penularan COVID-19. (Ant)

Lihat juga...