Perhatikan Cara Penyiraman Tanaman Hias di Musim Kemarau

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Memasuki musim kemarau, penyiraman yang teratur menjadi salah satu kunci dalam mencegah evaporasi atau penguapan air dan nutrisi pada tanaman. Termasuk pada tanaman budi daya serta tanaman hias, agar bisa tetap tumbuh subur.

Meski demikian, tiap-tiap tanaman memiliki karakter yang berbeda sesuai dengan jenisnya, sehingga teknik penyiramannya pun tidak sama.

“Berbeda dengan tanaman umumnya, tanaman hias memiliki karakter masing-masing. Jika teknik penyiramannya salah, justru membuat tanaman jadi layu akibat pembusukan akar atau batang,” papar petani sekaligus pedagang tanaman hias, Sartono, saat ditemui di Semarang, Senin (30/8/2021).

Dirinya mencontohkan, pada tanaman hias jenis keladi atau caladium yang termasuk tanaman yang menyukai air, penyiraman bisa dilakukan setiap hari.

“Ini termasuk jenis tanaman yang suka lembab. Jadi, media tanamnya perlu dijaga agar tidak terlalu kering. Caranya, dengan disiram setiap hari pada sore hari. Terutama pada saat musim kemarau seperti saat ini, sebab proses penguapan cukup cepat,” terangnya.

Demikian juga waktu penyiraman, dilakukan pada sore hari di saat sinar matahari tidak terlalu terik. “Jangan menyiram tanaman pada siang hari, meski tanamannya layu. Apalagi, jika di tempat tersebut terkena sinar matahari langsung. Jika dipaksa disiram, pindahkan dulu ke lokasi yang teduh, baru disiram media tanamnya. Bukan daunnya, sebab jika dilakukan, lambat laun justru daun akan menjadi kering,” paparnya.

Sementara untuk jenis tanaman hias lainnya yang tidak suka air, penyiraman bisa dilakukan 2-3 hari sekali.

“Kuncinya, penyiraman harus sampai porous. Artinya, airnya benar-benar merembes sampai keluar dari pot, media tanam menjadi lembap, namun tidak becek, karena ada sisa air yang tertinggal,” ucapnya.

Jenis tanaman tersebut seperti begonia, kaktus, aglonema, peperomia, ataupun jenis lainnya.

“Banyak yang selama ini masih bingung, terutama untuk menyiram begonia atau peperomia. Pada dasarnya tanaman ini tahan air, jadi harus disiram hingga media tanamnya lembap,” lanjut pria asal Karanganyar tersebut.

Namun, yang menjadi persoalan kerap kali media yang digunakan tidak porous, sehingga masih ada air yang tertinggal di dalam pot. Akibatnya terjadi pembusukan akar dan batang.

Pentingnya penyiraman juga disampaikan penggemar tanaman hias, Indri Hapsari. Dijelaskan, cuaca yang terik menyebabkan penguapan lebih cepat, termasuk pada media tanam.

“Untuk itu, perlu dijaga kelembapan media tanam. Selain disiram, juga bisa diberikan lumut atau paranet untuk melindungi tanaman, agar tidak cepat terjadi penguapan pada media tanam,” tambah Indri.

Lihat juga...