Pesona Destinasi Agro Wisata Sungai Langka di Pesawaran

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Potensi wisata alam di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung cukup melimpah. Salah satu destinasi alternatif yang bisa dikunjungi kala akhir pekan berada di Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedong Tataan.

Lokasi tersebut bisa ditempuh sekitar setengah jam dari kota Bandar Lampung menyusuri Jalan Kurungan Nyawa menuju Jalan Ganjaran.

Ego Kurnianto, salah satu warga setempat menyebut kawasan itu telah dikenal sebagai destinasi wisata alam. Namun ditetapkan sebagai destinasi agro wisata sejak tahun 2018 silam dengan pengembangan wisata alam berbasis pertanian. Berada di kaki Gunung Betung wilayah itu memiliki potensi udara yang sejuk. Akses jalan menuju Sungai Langka bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.

Alternatif yang bisa dinikmati saat berkunjung sebut Ego Kurnianto, wisatawan bisa menikmati keindahan alam. Berada di ketinggian membuat sejumlah desa di bagian bawah bisa terlihat. Saat musim buah durian, jeruk, salak pondoh dan berbagai buah pengunjung bisa memanen langsung di kebun. Penyuka wisata minat khusus berkemah bisa melakukan camping di kaki Gunung Betung.

“Sejumlah sungai kecil yang mengalirkan air cukup jernih menjadi tempat menyegarkan untuk dinikmati apalagi kala musim kemarau, salah satu spot pemandian yang dikenal dengan pekon zaman Belanda juga jadi tempat untuk menikmati kesunyian yang menenangkan pikiran,” terang Ego Kurnianto saat ditemui Cendana News, Minggu (29/8/2021).

Ego Kurnianto yang memiliki kebun buah salak pondoh menyebut agro wisata petik buah diminati. Sejumlah pengunjung bisa berkesempatan melihat suasana kebun salak pondoh. Tanaman berduri yang menghasilkan buah itu langsung bisa dipetik pengunjung. Cukup membayar Rp7.000 untuk per kilogram salak pondoh, pengunjung langsung bisa menikmatinya.

Ego Kurnianto, menyediakan spot agro wisata panen salak pondoh di Jalan Sukma Ilang, Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Minggu (29/8/2021). -Foto Henk Widi

Kawasan desa Sungai Langka yang masuk desa penyangga di bawah Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman itu memiliki udara sejuk. Stevani, pengunjung asal kota Bandar Lampung menyebut memilih berwisata di kaki pegunungan. Menyusuri jalan pedesaan, perkebunan warga dengan suasana yang sunyi menjadi cara merelaksasi pikiran. Usai menikmati panen salak pondoh langsung dari pohonnya, ia bisa menikmati pemandian zaman Belanda.

“Masuk area pemandian zaman Belanda yang dikelola oleh warga dengan tempat bersantai, dikelilingi pohon rindang cukup menyejukkan,” ulasnya.

Masuk ke kawasan agro wisata Desa Sungai Langka, Stevani bilang tidak harus membayar tiket. Ia bisa menikmati sejumlah kebun jeruk yang sebagian masih memasuki masa berbuah. Kesunyian kawasan di kaki Gunung Betung itu berpadu dengan gemericik air dan juga suara tenggerek dan burung liar. Setelah sepekan sibuk bekerja ia juga bisa menikmati udara pegunungan kaya oksigen menyehatkan.

Stevani juga bilang bisa menikmati suasana panen lada, kakao dan pala di kebun warga. Keramahan warga setempat kepada pengunjung menjadikan wisatawan merasa nyaman. Ia bahkan bisa melihat dari dekat kehidupan warga yang hidup dari sektor pertanian. Memanen jahe, cabai dan berbagai tanaman jadi kegiatan yang bisa dinikmati saat berada di Sungai Langka.

Salah satu remaja asal Pringsewu, Rian Haikal, menyebut datang ke salah satu rumah rekannya. Ia menyebut ingin menikmati suasana spot di Sukma Hilang yang menjadi tempat melihat Pesawaran dari ketinggian. Sebelum naik ke kawasan itu ia menikmati suasana pemandian zaman Belanda. Sejumlah tempat duduk warna warni disediakan sebagian berupa batu alami.

“Menikmati suasana alam pedesaan yang sunyi menjadi cara untuk relaksasi pikiran jauh dari kebisingan,” ulasnya.

Pengunjung lainnya, Nengsih, mengaku menikmati suasana sungai kecil yang mengalir. Ia mengaku sungai langsung dari Gunung Betung yang masih bersih cukup menyegarkan. Suasana hening dengan aliran air yang tenang bisa digunakan olehnya untuk mandi. Selain spot sungai ia juga bisa menikmati kebun jeruk milik warga. Meski sebagian belum panen, ia bisa mendapatkan spot foto untuk feed media sosial.

Nengsih bilang berwisata di pedesaan jadi alternatif kala pandemi. Sebab sejumlah objek wisata lain masih ditutup untuk kunjungan. Menikmati suasana pedesaan yang asri, sejuk dan alami semakin lengkap saat ia membawa bekal makanan. Menikmati bekal makanan dari rumah dilakukan olehnya sembari menikmati suasana sungai.

Lihat juga...