Polda DIY : Kemenangan Taliban di Afghanistan Berpotensi Dimanfaatkan Kelompok Radikal

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA — Keberhasilan Taliban dalam menguasai Afganistan baru-baru ini dinilai berpotensi dimanfaatkan kelompok-kelompok radikal tertentu di Indonesia dalam mencari pengikut baru dan menyebarkan paham mereka.

Hal itu tak lepas karena banyak masyarakat Indonesia yang salah paham dan menganggap peristiwa itu sebagai kemenangan pihak Taliban atas Afghanistan dan tentara Amerika. Hal inilah yang akhirnya memunculkan euforia di kalangan masyarakat tanah air sejak beberapa pekan terakhir.

“Sekarang ini ada euforia. Seolah-olah itu adalah kemenangan Islam. Padahal kalau kita cermati dan kita analisa, sebenarnya itu kan karena keberhasilan negosiasi antara Taliban dan Amerika. Bukan murni kemenangan dalam perang. Ini yang sering diplintir oleh kelompok yang menginginkan NKRI menjadi kacau dan pecah,” ujar Kanit C Subdit IV Ditintelkam Polda DIY, Kompol Harijanto, Senin (30/08/2021).

Harijanto menilai perlu adanya upaya dari pihak-pihak terkait khususnya pimpinan dan pemuka agama dalam meluruskan pandangan masyarakat terhadap peristiwa di Afghanistan. Hal ini diperlukan untuk mencegah penyebaran paham-paham intoleransi, radikalisme dan terorisme, yang berpotensi memecahkan belah bangsa Indonesia.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesanren Al-Amin Ngrukem, Pendowoharjo, Sewon, Bantul KH Muslim Nawawi, mengingatkan agar peristiwa di Afghanistan jangan sampai menjadi justifikasi kelompok radikal tertentu untuk bisa bangkit, khususnya di Indonesia. Hal ini juga sejalan dengan pernyataan PB NU yang menyebutkan, kemenangan Taliban di Afghanistan jangan sampai memecah belah bangsa Indonesia.

“Justru yang harus kita lakukan adalah bagaimana menyebarkan dan mengenalkan Islam di Nusantara ini kepada mereka. Karena bagaimanapun, di lain sisi jangan sampai kita menjauhi Taliban. Harus ada kelompok yang tetap bisa masuk dan menjalin komunikasi atau dialog-dialog dengan mereka untuk menawarkan konsep-konsep kita,” katanya.

Sebelumnya, jajaran pihak Polda DIY sendiri melakukan kegiatan kunjungan sekaligus silaturahmi ke Ponpes An-Nur Ngrukem Pendowoharjo Sewon Bantul pimpinan KH Muslim Nawawi. Kegiatan semacam ini rutin dilakukan sebagai bagian upaya polri dalam menanggulangi dan menangkal penyebaran paham intoleransi, radikal dan terorisme.

Selain menegaskan pada pimpinan ponpes untuk senantiasa memberikan pencerahan pada santiwan-santriwati dalam menanggulangi dan mencegah paham intoleransi radikalisme dan terorisme, Polda DIY juga berkesempatan memberikan sejumlah bantuan berupa sembako serta alat kesehatan seperti masker, handsanitizer dll bagi para santri.

Ponpes Al-Nur Ngrukem Bantul sendiri merupakan salah satu pondok pesantren terkemuka di Yogyakarta. Memiliki sekitar 2.000 lebih santri mulai dari tingkat Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah hingga Madrasah Aliah. Dalam pengajarannya, Ponpes Ngrikem tidak hanya mengajarkan pendidikan agama saja, namun juga termasuk menanamkan rasa nasionalisme, serta cinta tanah air pada para santri.

Lihat juga...