PPKM Hambat Pengoperasian Pabrik Gagang Sapu DCML Madura

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

CILACAP – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diberlakukan sebulan penuh, membuat rencana pengoperasian pabrik gagang sapu yang dikelola Koperasi Mandiri Lestari Sejahtera, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap terhambat. Sebab, penjual sapu masih sepi pembeli, akibatnya oder gagang sapu yang masuk juga masih minim.

“Sudah ada yang menanyakan produksi gagang sapu, tetapi pemesanan masih sangat sedikit, belum menutup biaya operasional, sehingga sampai sekarang rencana pengoperasioan pabrik gagang sapu masih ditunda dulu,” kata Ketua Koperasi Mandiri Lestari Sejahtera, Puji Heri Santoso, Senin (2/8/2021).

Menurut Puji Heri, penerapan PPKM selama sebulan penuh ini sangat berdampak terhadap segala sektor, terutama perdagangan. Hampir semua pedagang mengeluh sepinya pembeli, mulai dari pedagang makanan hingga kebutuhan lainnya, seperti sapu.

Selain itu, pergerakan orang dari luar Kabupaten Cilacap juga dibatasi, sehingga otomatis berdampak pada berbagai penjualan barang-barang. Mengingat mobilitas masyarakat merupakan faktor penggerak utama dari perdagangan.

“Pasar tradisional juga dibatasi jam operasional, sementara beberapa pelanggan gagang sapu kami merupakan pedagang di pasar tradisional,” tuturnya.

Padahal, lanjutnya, persiapan untuk pengoperasian kembali pabrik gagang sapu sudah hampir selesai semuanya. Pihaknya sudah sepakat untuk menjalin kerjasama dengan pemilik lahan pabrik di Desa Madura.

Sehingga jika sebelumnya, pihak koperasi harus menyewa lahan tersebut untuk pabrik, maka ke depan akan ada kerjasama di mana pemilik lahan menyediakan tempat serta bahan baku pembuatan gagang sapu.

“Jadi nanti kalau sudah mulai beroperasi kembali, kita tidak perlu lagi keluar modal untuk menyewa lahan, karena ada kerjasama dengan pemilik lahan, sistemnya bagi hasil 60 : 40 persen dan hal tersebut sudah disepakati bersama,” jelasnya.

Prospek pabrik gagang sapu yang digagas DCML Madura ini sebenarnya cukup bagus. Sejak beroperasinya pabrik pada awal bulan Februari tahun lalu, pihak koperasi sudah banyak menerima pesanan.

Antara lain, pemesanan sebanyak 2.500 batang gagang sapu ke Ciamis, kemudian dalam pengiriman kedua meningkat menjadi 3.000 batang sapu dan masih dikirim ke Ciamis.

Selain itu juga pemesanan sebanyak 5.100 gagang sapu dari salah satu pedagang sapu di Kroya, Kabupaten Cilacap.

Sementara itu, salah satu pedagang sapu di Cilacap, Yatno mengatakan, saat ini penjualan sapu serta kebutuhan peralatan rumah tangga lainnya masih sepi. Mengingat sebagian besar orang, masih fokus untuk pemenuhan kebutuhan pokok, itu pun banyak yang tidak bisa terpenuhi semuanya.

“Ekonomi masih sulit, kita berjualan juga sepi, apalagi jam berjualan juga dibatasi,” keluhnya.

Lihat juga...