PPKM Tekan Mobilitas Warga di Mataram 50 Persen

MATARAM  – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebutkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di tengah pandemi COVID-19, efektif menekan mobilitas masyarakat hingga sekitar 50 persen.

“Selama PPKM diberlakukan, mobilitas masyarakat di Kota Mataram berhasil kita tekan hingga sekitar 50 persen,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram I Nyoman Swandiasa, di Mataram, Selasa.

Keberhasilan menekan mobilitas masyarakat tersebut dapat dilihat dari evaluasi mobilitas warga yang keluar masuk dari CCTV milik Dinas Perhubungan Kota Mataram yang ditempatkan pada sejumlah persimpangan di kota ini.

“Selain itu, kegiatan penyekatan yang dilakukan di pintu-pintu masuk juga terpantau termasuk kedisiplinan warga yang keluar masuk kota harus menerapkan prokes minimal menggunakan masker,” katanya.

Di samping itu, lanjut Swandiasa, berdasarkan hasil laporan dari satgas lingkungan dan kelurahan menyebutkan bahwa selama PPKM mobilitas masyarakat relatif landai dan rata-rata mentaati berbagai regulasi PPKM level tiga, termasuk penerapan jam malam.

“Jadi kalau sudah di atas pukul 20.00 Wita, hampir semua masyarakat tidak ada yang beraktivitas di luar,” ujarnya.

Di sisi lain, Swandiasa juga mengatakan, untuk meningkatkan angka kesembuhan pasien COVID-19, satgas kelurahan dan lingkungan diminta secara intensif mengawal warganya yang terpapar COVID-19 dan melakukan isolasi mandiri di rumahnya.

Masih banyaknya pasien COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri, katanya, menjadi tantangan satgas saat itu terutama untuk pasien yang rumahnya dinilai tidak layak sebagai tempat isolasi mandiri.

Lihat juga...