Pulihkan Ekonomi Nasional, KKP Pacu Padat Karya Mangrove

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Pamuji Lestari, mengatakan, program padat karya penanaman mangrove selain untuk mendorong perekonomian masyarakat di tengah wabah pandemi Covid-19 juga dilakukan untuk mendukung ekonomi biru (blue economy).

“Mangrove tidak hanya bertujuan untuk melindungi pesisir dari gempuran ombak tapi juga agar secara ekonomi masyarakat bisa sejahtera dari adanya mangrove itu sendiri,” kata Tari sapaan akrabnya di Jakarta, Selasa (24/8/2021).

Dikatakan, beberapa waktu lalu KKP telah melakukan penanaman mencapai 5,8 hektare dengan jumlah mangrove yang ditanam sebanyak 5.875 batang mangrove di wilayah Kebumen.

Kegiatan tersebut melibatkan 40 orang tenaga kerja yang berasal dari warga desa setempat. Kegiatan itu lanjutnya merupakan bentuk dari program padat karya dan ditargetkan berjalan mulai September ini dalam rangka mendukung pengelolaan kelautan dan perikanan dijalankan sesuai dengan prinsip ekonomi biru.

Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Muhammad Yusuf, mengungkapkan program padat karya melalui penanaman mangrove memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat dan lingkungan pesisir.

“Selain memberikan manfaat secara ekonomi, juga memberikan manfaat secara ekologi, karena mangrove selain sebagai pelindung pantai, juga berkontribusi dalam penyimpanan dan penyerapan karbon,” jelas Yusuf.

Wilayah Kebumen jelasnya, merupakan bagian program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Penanaman Mangrove KKP tahun 2021 yang total luas penanamannya mencapai 1.373 hektare tersebar di 11 Provinsi di Indonesia yang secara keseluruhan melibatkan lebih dari 3.900 orang tenaga kerja.

Selain dari upah tenaga kerja, manfaat ekonomi yang diterima oleh masyarakat juga dapat dikembangkan lewat wisata bahari dan pengolahan produk berbahan baku mangrove seperti batik, kopi, makanan dan minuman yang dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Menurut Yusuf peran serta berbagai pihak khususnya sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta dan masyarakat sangat dibutuhkan dalam mendorong pengembangan pemanfaatan mangrove secara ekonomi. Kemampuan ekosistem mangrove dalam melakukan penyerapan dan penyimpanan karbon mampu melebihi hutan pada umumnya, menjadikan Indonesia sebagai negara blue carbon.

Lihat juga...