Puluhan Hektare Lahan Gambut di Sumsel Rawan Terbakar

Helikopter BPBD Sumsel bersiap menggelar patroli karhutla - Foto Ant

PALEMBANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel) mendata, ada sekira 90 hektare lahan gambut di daerahnya, rawan terbakar.

“Lahan gambut yang terbakar itu sebagian besar berada di Kabupaten Ogan Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, Pali, dan Kabupaten Ogan Komering Ulu,” kata Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Ansori, Senin (2/8/2021).

Untuk mencegah terjadinya kebakaran yang lebih luas, yang bisa mengakibatkan bencana kabut asap, BPBD Sumsel, bersama satgas gabungan penanggulangan karhutla, berupaya meningkatkan patroli darat dan udara menghadapi puncak musim kemarau September 2021.

Patroli dilakukan untuk mengecek kondisi kawasan hutan dan lahan. Dan jika ada kebakaran, dapat dilakukan penindakan dengan cepat dan tepat, sehingga tidak meluas atau menjadi kebakaran besar yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan serta gangguan kesehatan dan aktivitas masyarakat. Melalui patroli, hingga sekarang karhutla di sejumlah daerah rawan bisa ditanggulangi dengan cepat. Untuk melakukan patroli darat, petugas BPBD Sumsel didukung ratusan Manggala Agni, anggota TNI dan Polri.

Sedangkan patroli udara, pihaknya didukung lima unit helikopter pembom air (waterbombing) bantuan BNPB pusat yang memiliki kemampuan membawa 5.000 liter air. Tim patroli tersebut melakukan pembasahan lahan pada kawasan yang terdeteksi banyak titik panas (hotspot). Dan berupaya melakukan pemadaman api jika melihat ada lahan perkebunan atau kawasan hutan yang terbakar.

Kegiatan pencegahan lebih diutamakan untuk mengantisipasi terjadinya karhutla yang besar dan bisa mengganggu berbagai aktivitas dan kesehatan masyarakat. Melalui upaya tersebut, diharapkan wilayah Sumsel yang memiliki kawasan hutan, lahan gambut , dan perkebunan yang cukup luas bisa terhindar dari kebakaran besar dampak musim kemarau tahun ini. ”Karhutla diupayakan seminimal mungkin, jika terjadi secara luas asapnya dapat mengganggu kesehatan dan berbagai aktivitas masyarakat termasuk penerbangan,” ujar Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Ansori. (Ant)

 

Lihat juga...