Sampah di Kali Cikarang Hilir Keluarkan Aroma Busuk

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Hamparan sampah sepanjang mata memandang di Kali Cikarang Hilir tepatnya di pintu air 24, Kampung Galian, Desa Jayabakti, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, masih dibiarkan. Saat ini endapan sampah itu mulai mengeluarkan aroma busuk di lingkungan sekitar.

Meski demikian belum ada tanggapan apa pun dari instansi terkait baik dari BBWS Cisadane ataupun dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat. Padahal pekan lalu baik dari BBWS atau pun UPTD LH Wilayah 1 Babelan, diketahui telah melihat langsung dengan meninjau ke lokasi, tapi hamparan sampah masih dibiarkan.

“Sampai sekarang, belum ada tanda-tanda apa pun dari instansi terkait soal sampah di pintu air di Kampung Galian, Desa Jayabakti untuk dibersihkan. Padahal sudah sepuluh harian sampah menumpuk. Dan terus bertambah, sampah kiriman dari hulu,” kata Jejen Jaenudin, koordinator petani di wilayah utara Bekasi, kepada Cendana News, Rabu (25/8/2021).

Ustaz Jejen, dijumpai Cendana News, Rabu (25/8/2021) – Foto: Muhammad Amin

Berbagai cara telah dilakukan untuk mendapat perhatian dengan mengirim gambar, berita atau video kondisi terkini, terkait hamparan sampah ke instansi terkait. Untuk menginformasikan kondisi sampah di Pintu Air 24 Kampung Galian, Desa Jayabakti.

“Tapi, semua masih diam,” kata Ustaz Jejen, sepertinya sengaja dibiarkan dengan berbagai alasan.

Melihat kondisi sampah yang masih dibiarkan tersebut, Jejen mengaku, segera bermusyawarah untuk menyikapi sampah yang mengendap di pintu air. Biasanya, memang petani yang membersihkan.

“Saya sudah kirim langsung kondisi sampah di Pintu Air 24 ke salah satu Kabid Dinas LH Kabupaten Bekasi. Jawabnya normatif, mereka sudah dapat tembusan pekan lalu, saat ini masih tahap koordinasi. Misalnya pihak terkait seperti BBWS, PSDA aparat wilayah, guna mempersiapkan penanggulangan,” jelas Jejen membacakan jawaban dari Pihak Dinas LH Kabupaten Bekasi.

Pihak Dinas LH juga, lanjut Jejen, mengaku mempersiapkan armada dan pasukan. Tapi, terkendala alat berat (amfibi) sehingga belum ada kabar dari instansi terkait. Ustaz Jejen berharap, segera ada solusi agar saluran air menuju irigasi petani bisa lancar dan petani bisa menanam.

Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Uryan Riyana, meminta pemerintah melalui instansi terkait segera bertindak untuk tidak melakukan pembiaran. Pemerintah harus cermat karena Dinas Lingkungan Hidup ditugaskan untuk menjaga kebersihan, mengedukasi dan lainnya agar lingkungan bisa tertata bersih dan rapi.

“Pemerintah harus segera bertindak, tidak boleh melakukan pembiaran dengan menyiapkan anggaran kebersihan dan melakukan normalisasi kali,” tegas Uryan, Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bekasi ini.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat, baik di hulu atau pun di hilir, untuk disiplin tidak membuang sampah sembarangan. Karena soal kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab semua, tidak hanya pemerintah saja.

Jika pemerintah sudah melakukan normalisasi, menjaga, dan membersihkan tapi masyarakat tidak disiplin artinya sama saja, persoalan sampah tidak akan selesai.

Lihat juga...