Sawah dan Lahan Buah Jadi Spot Rekreasi Alternatif Agro Wisata Pedesaan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Sejumlah destinasi wisata yang masih ditutup berimbas pilihan rekreasi berkurang. Sebagian orang memanfaatkan suasana pedesaan untuk relaksasi pikiran akhir pekan. Lahan persawahan, lahan buah jadi spot untuk menikmati suasana alam pedesaan yang masih asri.

Stevani, warga Bandar Lampung menyebutkan, ia bersama keluarga menjadikan suasana alam pedesaan sebagai salah satu pilihan. Melihat sawah di kaki Gunung Rajabasa memasuki masa tanam, sebagian mulai menguning serta menikmati sejuknya udara, kicauan burung dan gemercik air jadi alternatif untuk rekreasi.

“Setelah sepekan bekerja, menikmati suasana desa bisa menjadi pengobat stress, terlebih saat sejumlah objek rekreasi di kota tutup sementara waktu, sehingga area persawahan di desa bisa jadi spot rekreasi menarik,” terang Stevani saat ditemui Cendana News, Minggu (1/8/2021).

Stevani bilang mengunjungi area persawahan sekaligus untuk mendapat spot foto. Pemandangan untuk berfoto akan semakin indah saat padi masih menghijau dihiasi bunga refugia warna warni.

Suasana area persawahan sebagai alternatif rekreasi agro juga dinikmati oleh Lestari dan Christeva, remaja di Penengahan.  Bagi generasi milenial yang menyukai fotografi, lahan buah melon jadi alternatif rekreasi. Lokasi yang memiliki pemandangan gunung Rajabasa jadi penambah keindahan.

“Rekreasi saat pandemi areal persawahan yang ditanami dengan buah melon, padi bisa menjadi spot wisata alternatif,” ulasnya.

Lokasi yang berada di kaki Gunung Rajabasa sebutnya menambah keindahan foto yang dihasilkan. Cukup izin kepada pemilik lahan tanaman melon, ia bisa berfoto untuk feed media sosial.

Area lahan persawahan yang ditanami melon jadi alternatif bagi Christeva untuk bersantai. Suasana lahan buah sebutnya semakin indah saat melon bergelantungan untuk menambah keindahan foto.

Suyatin, pemilik lahan pertanian melon alina jadi lokasi menarik untuk rekreasi dan petik buah kala panen di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Minggu (1/8/2021). Foto: Henk Widi

Lokasi kebun melon sebutnya menjadi spot rekreasi yang murah. Tanpa harus membayar biaya masuk ia bahkan bisa membeli buah melon dari pemilik.

“Biasanya kebun buah dijadikan sebagai objek wisata namun oleh pemilik hanya fokus untuk budidaya,” ulasnya.

Meski prospek untuk agro wisata, Suyatin sebagai pemilik kebun buah melon mengaku lahannya kerap dikunjungi. Memasuki masa panen, sebagian warga bisa menikmati lahan untuk memanen dan menikmati kebun buah.

Buah melon yang telah dipanen sebut Suyatin bisa dibeli dengan harga Rp7.000 per kilogram. Warga yang ingin menikmati suasana panen sebutnya bisa ikut memetik buah lalu ditimbang.

Lihat juga...