‘Screening’ Vaksinasi untuk Ibu Hamil Lebih Ketat

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANJARNEGARA – Saat ini pemerintah sudah memperbolehkan pemberian vaksin bagi ibu hamil. Meskipun begitu, screening atau pemeriksaan kesehatan awal sebelum vaksin terhadap ibu hamil dilakukan dengan lebih ketat.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara, dr. Yosiana Wijaya, SpOG mengatakan, ibu hamil sudah diperbolehkan vaksin, termasuk yang memiliki penyakit bawaan atau komorbid, tetap diperbolehkan untuk vaksin.

“Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk melakukan vaksin terhadap ibu hamil, namun secara keseluruhan memang sudah diperbolehkan, hanya saja dengan screening  yang sangat ketat,” katanya, Jumat (20/8/2021).

Lebih lanjut, dr. Yosiana menjelaskan, beberapa syarat yang harus dipenuhi antara lain, ibu hamil tersebut sedang tidak menjalani pengobatan untuk gangguan pembekuan darah, tidak memiliki kelainan darah, defisiensi imun, dan penerima produk atau transfusi darah.

Selain itu juga, tidak sedang menerima pengobatan imunosupresan seperti kortikosteroid dan kemoterapi, serta tidak terkonfirmasi positif Covid-19 dalam waktu tiga bulan terakhir.

“Vaksin bagi ibu hamil dengan penyakit penyerta atau komorbid seperti jantung, diabetes, asma, penyakit paru, HIV, hipertiroid/hipotiroid, penyakit ginjal kronik, atau penyakit liver dan lainnya tetap bisa dilakukan, sepanjang penyakit penyerta dalam kondisi terkontrol dan tidak ada komplikasi akut,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, ibu hamil juga harus memastikan, usia kehamilan di trimester kedua, atau di atas 13 minggu, tidak ada tanda-tanda preeklamsia seperti kaki bengkak, sakit kepala, nyeri ulu hati, pandangan kabur, dan tekanan darah di atas 140/90 mmHg.

Ibu hamil yang bisa menjalani vaksin juga harus tidak memiliki riwayat alergi berat seperti sesak napas, bengkak dan lainnya.

“Kita harapkan ibu hamil bisa memanfaatkan kesempatan untuk vaksin ini, tidak perlu takut, sebab screening kesehatannya cukup ketat,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Tim Vaksin RSI Banjarnegara, dr. Masrurotut Daroen, menyatakan, RSI sudah mulai memberikan vaksin terhadap ibu hamil.

Pihaknya sudah mempersiapkan hal yang berkaitan dengan vaksin ibu hamil, seperti lembar screening yang berbeda dengan pertanyaan pada lembar screening vaksin biasa.

“Kemarin kita sudah melakukan vaksin pada 40 ibu hamil dan berjalan lancar. Kita bekerjasama dengan bidan desa, serta kepala desa di sekitar rumah sakit,” jelasnya.

Menurut dr. Masrurotut, antusiasme ibu hamil untuk vaksin cukup tinggi. Hal tersebut membuktikan, ada keinginan dari ibu hamil untuk menjaga janin yang ada dalam perutnya, sebab vaksin ini menjaga dari Covid-19

“Setelah vaksin, kita akan memonitor kondisi ibu hamil tersebut selama 28 hari ke depan,” kata Masrurotut.

Lihat juga...