Selama Pandemi, Grahatama Pustaka Yogyakarta Maksimalkan Layanan Digital

Editor: Makmun Hidayat

YOGYAKARTA — Perpustakaan Daerah (Perpusda) DIY atau yang lebih dikenal dengan Grahatama Pustaka berupaya memaksimalkan layanan digital bagi setiap pemustaka selama pandemi Covid-19 beberapa waktu terakhir. 

Salah satu layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat selama pendemi adalah perpustakaan digital yang berisi ribuan koleksi buku digital yang bisa diakses melalui website maupun aplikasi iJogja.

Kepala Balai Layanan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Dewi Ambarwati, mengatakan ada sekitar 8 ribu lebih koleksi buku digital yang disediakan bagi pemustaka. Koleksi tersebut meliputi bermacam jenis buku mulai dari filsafat, politik, sains, ekonomi, sejarah, budaya, sastra, anak, agama, dan masih banyak lagi.

“Selama pandemi ini kita memang membatasi pengunjung untuk datang langsung ke perpustakaan. Sehingga kita lebih memaksimalkan layanan digital. Apalagi saat ini masih dalam masa PPKM Level IV,” ujarnya saat dihubungi Cendana News, Kamis (5/8/2021).

Kepala Balai Layanan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Dewi Ambarwati, Kamis (5/8/2021). -Foto Jatmika H Kusmargana

Sebelum PPKM berlangsung sekitar bulan Juni lalu, pihak pengelola Grahatama Pustaka sendiri sebenarnya telah menjalankan sejumlah layanan dengan sistem drive thru. Baik itu untuk layanan bebas pustaka, pengembalian buku maupun peminjaman buku fisik.

Namun dengan diberlakukannya PPKM Level IV, maka hanya layanan bebas pustaka maupun pengembalian buku saja yang tetap berjalan. Sementara untuk layanan peminjaman buku fisik terpaksa harus ditiadakan untuk sementara waktu, demi mencegah penyebaran Covid-19.

“Karena itu, selama masa PPKM ini masyarakat kita arahkan untuk memanfaatkan koleksi buku digital yang dapat diakses melalui aplikasi iJogja. Koleksinya cukup lengkap dan bisa dikatakan sudah mewakili seluruh jenis koleksi buku yang ada,” katanya.

Di samping itu, pihak pengelola Grahatama Pustaka Yogyakarta, sendiri saat ini juga sudah mulai memanfaatkan media sosial dalam menjalankan sejumlah layanannya. Layanan yang sebelumnya tidak bisa berjalan seperti bedah buku, dongeng anak dan lain sebagainya kini mulai rutin diaktifkan dengan memanfaatkan sejumlah platform media sosial seperti Facebook maupun Instagram.

“Setiap informasi, baik itu agenda layanan hingga koleksi buku digital terbaru di iJogja juga selalu rutin kita informasikan melalui media sosial. Sehingga diharapkan masyarakat yang membutuhkan bisa memanfaatkannya,” ungkapnya.

Lihat juga...