Serunya ‘Ciblon’ di Kali Garang Semarang

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Para wisatawan kembali memadati sejumlah objek wisata yang ada di Kota Semarang, seiring dengan turunnya level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Termasuk salah satunya wisata air Gubug Serut Gunungpati Semarang.

Puluhan pengunjung terlihat menikmati suasana alam , sembari bermain air di sungai Kali Garang tersebut. Ya, Gubug Serut merupakan objek wisata yang memanfaatkan aliran sungai tersebut, sebagai kolam renang alam terbuka.

“Seru, bisa berwisata bersama keluarga. Di sini, karena ini wisata air, ya kita bermain air, berenang,” papar salah seorang pengunjung,” ujar Saut Simanjuntak, saat ditemui di lokasi, Minggu (29/8/2021).

Dirinya mengaku senang dengan turunnya level PPKM di Kota Semarang, sehingga sejumlah objek wisata bisa dibuka kembali.

“Ya pastinya ikut senang, karena sudah lama tidak wisata. Namun saat ini, saya masih memilih objek wisata yang sifatnya alam terbuka atau outdoor. Hal ini saya pilih, juga untuk berjaga-jaga dari penularan Covid-19,” terangnya.

Salah seorang pengunjung, Saut Simanjuntak bersama anaknya, tampak menikmati wisata air Gubug Serut di Desa Persen, Gunungpati Semarang, Minggu (29/8/2021). -Foto Arixc Ardana

Termasuk juga dengan wisata air, dirinya memilih yang memiliki sumber air mengalir. “Ini kan wisatanya di sungai. Kalau orang sini, bilang kita ciblonan  (berenang-red) di sungai, dengan air yang mengalir. Jadi saya pikir juga relatif aman,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan sang anak, Hanintya Pasha. Dirinya juga mengaku senang bisa kembali berwisata bersama keluarga.

“Seru, bisa berwisata kembali. Sebelumnya kan semua tempat wisata di Kota Semarang ditutup karena masih zona merah atau level 4 PPKM,” terangnya.

Siswi di salah satu SMA swasta di Semarang tersebut, berharap kondisi PPKM di Kota Semarang bisa terus menurun, sehingga aktivitas masyarakat bisa kembali normal. Termasuk dengan dibukanya kembali tempat wisata dan hiburan, seperti bioskop atau taman bermain.

“Ya, pastinya inginnya seperti itu,” ungkapnya.

Sementara, perwakilan pengelola Gubug Serut, Bu Sarya saat dihubungi memaparkan, objek wisata yang terletak di Desa Persen, Sekaran Gunungpati, Kota Semarang tersebut sudah kembali ramai dikunjungi wisatawan.

“Meski ini wisata alam, namun pengunjung tentu kita batasi, agar tidak terlalu penuh. Selain itu, untuk masuk ke objek wisata ini, juga masih gratis. Pengunjung tidak dipungut biaya. Mereka cukup membayar uang parkir kendaraan Rp 2 ribu untuk roda dua,” terangnya.

Diakui pihak pengelola yang dilakukan oleh karang taruna setempat tersebut, tidak memungut biaya  tiket masuk, karena dalam pengelolaan, mereka juga tidak keluar biaya.

“Airnya memanfaatkan aliran sungai, sementara warga di sini juga bisa ikut berjualan makanan, minuman, penyewaan ban, atau pernak pernik lainnya. Uang yang didapatkan dari tiket parkir pun dikelola sebagai kas desa,” jelas Bu Sarya.

Diakuinya dengan adanya Gubug Serut, perekonomian warga sekitar juga ikut terbantu. Mereka bisa ikut menikmati berkah dari objek wisata  yang sempat booming di media sosial tersebut.

Lihat juga...