Siswa di Semarang Sambut Gembira Pelaksanaan PTM

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di Jawa Tengah, disambut gembira oleh siswa dan guru di Kota Semarang. Mereka dengan tertib mengikuti prosedur, mulai dari pemeriksaan suhu tubuh, cuci tangan hingga melalui jalur masuk dan keluar yang sudah disediakan.

Hal tersebut tampak di sejumlah sekolah negeri di kota Semarang, yang per hari ini Senin 930/8/2021), sudah mengikuti PTM, seperti di SMPN 2, 3, 12, 13 hingga SMPN 27 Semarang. Pemandangan serupa juga tampak di sejumlah SDN yang juga sudah melakukan PTM terbatas.

“Saya senang bisa kembali masuk sekolah mengikuti pembelajaran secara tatap muka. Ya, selain bisa kembali bertemu teman-teman, dalam PTM materi yang disampaikan juga lebih mudah dipahami dibanding dijelaskan secara online,”papar siswa kelas 9 SMPN 12 Semarang, Althaf Syafiq, salah satu peserta PTM di sekolah tersebut, saat ditemui, Senin (30/8/2021).

Belum lagi, seringkali ada kendala jaringan saat mengikuti pembelajaran online.

Siswa kelas 9 SMPN 12 Semarang, Althaf Syafiq, salah satu peserta PTM saat ditemui di sekolah tersebut, Senin (30/8/2021). -Foto: Arixc Ardana

“Selama daring lancar, tapi kadang ada halangan. Kalau online terkadang tidak paham materinya, sebenarnya sama juga dengan PTM, namun kalau tidak bias dapat bertanya langsung, jadi lebih memudahkan. Hari ini mulai masuk, tentu sangat senang,” ucap Althaf.

Hal senada juga disampaikan Alvi Fauziah, siswa SMPN 13 Semarang. Dirinya juga senang bisa kembali ke sekolah untuk menerima pembelajaran. Terlebih sebagai siswa kelas 3, dirinya juga baru merasakan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara langsung di bangku SMP sekitar 6 bulan.

“Ya, baru kelas satu sewaktu pandemi Covid-19 menyebar. Jadi, sudah lebih 1,5 tahun materi pembelajaran secara online. Tahu-tahu sudah kelas 3 ini,” terangnya.

Dirinya pun berharap, PTM bisa terus dilakukan. Selain lebih memahamkan dan mudah dimengerti, ia juga bisa bertemu dengan teman-teman sekelasnya.

“Sejak pandemic, kan saya belum pernah sekolah, jadi tidak ketemu teman-teman. Saya sudah akrab, sering ketemu saat daring, tapi belum ketemu langsung. Satu setengah tahun kan nggak sekolah,” ucapnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, menjelaskan pelaksanaan PTM terbatas di Kota Semarang diikuti 482 sekolah, terdiri dari sekolah negeri, meliputi 9 TK, 325 SD, dan 44 SMP. Sedangkan dari sekolah swasta ada 31 TK, 51 SD, dan 22 SMP.

“Kita sampaikan, dalam pelaksanaan PTM terbatas ini semua sudah diatur,  termasuk sarpras untuk prokes ketat. Sehari 4  mata pelajaran, masing-masing 30 menit, sehingga hanya 2 jam saja. Selain itu, siswa juga hanya masuk dua atau tiga hari seminggu,” terangnya.

Dirinya juga memastikan, PTM tidak dipaksakan kepada siswa, sehingga mereka yang tidak mendapat izin dari orang tua masing-masing tidak diharuskan tetap berangkat.

“Saat ini, orang tua siswa dari sekolah negeri yang setuju tatap muka sebanyak 90 persen, sedangkan sekolah swasta baru 50 persen,” tandasnya.

Terpisah, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menjelaskan saat ini ada 2.539 sekolah yang melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di wilayahnya. Hal ini disampaikan usai memimpin Rapat Penanganan Covid-19 di kantor Gubernuran Jateng, Semarang, Senin (30/8/2021).

“Belum semua wilayah di Jateng menggelar PTM terbatas. Ini baru di wilayah yang level PPKM-nya di angka 2-3,” lanjutnya.

Rinciannya, 2.401 pendidikan dasar, yakni PAUD, SD dan SMP tersebar di Cilacap, Banjarnegara, Kebumen, Rembang, Semarang, Kendal, Pemalang, dan Kota Semarang.

Kemudian, 4 SLB melaksanakan simulasi atau uji coba PTM di Purbalingga, Jepara dan Demak. Sementara jenjang SMK ada total 67 sekolah, dengan rincian 15 sekolah melaksanakan simulasi PTM dan 52 lainnya PTM terbatas, yang tersebar di 19 Kabupaten/Kota.

Jumlah yang sama juga untuk jenjang SMA, yakni 67 sekolah. Rinciannya, 22 sekolah melaksanakan simulasi PTM dan 45 sekolah melaksanakan PTM terbatas. Untuk SMA tersebar di 17 Kabupaten/Kota.

“Kalau kita lihat dari proses ini, harapan kita ya mudah-mudahan mulai berjalan dengan kebiasaan-kebiasaan baru,” tandas Ganjar.

Dirinya juga berharap agar standar operasional prosedur (SOP) PTM dilaksanakan dengan benar. Menurutnya, ada prinsip 5 Siap yang harus dicermati, yakni mulai dari kesiapan sekolah, guru, siswa, orang tua dan daerah pelaksana.

“Saya minta aturan SOP ini ditaati, biar semuanya dapat berjalan dengan benar. Tadi, saya sempat mendapatkan ada 1-2 yang masih diantar dengan angkutan online. Ini juga perlu dievaluasi, jika orang tua tidak bisa mengantar atau menjemput, apakah nantinya dari sekolah menyediakan jasa antarjemput atau lainnya,” pungkasnya.

Lihat juga...