Sumur Hulu Cai, Kawasan Wisata Religi yang Eksotis

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Perlahan tapi pasti, lokasi Sumur Keramat Hulu Cai, Jatiraden, kian eksotis dan menarik untuk dikunjungi sebagai destinasi wisata religi di Kranggan Kulon, Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat. Hal tersebut setelah jalan dan area Sumur Hulu Cai terpasang konblok, saung dan musala.

Lokasi Sumur Keramat Hulu Cai, menjadi memiliki daya tarik tersendiri dengan suasana dikelilingi hamparan kolam ikan dan rerindangan pohon. Menghadirkan suasana teduh, asri dan tenang jauh dari keramaian.

“Menjadi destinasi wisata religi yang rapi perlu peran  semua pihak yang peduli. Terutama dari Wakil Wali Kota Bekasi yang cukup peduli, memperhatikan dan menjaga tempat warisan leluhur di wilayah Kranggan,” papar Abah Enjong, sesepuh di Sumur Hulu Cai, kepada Cendana News, Minggu (29/8/2021).

Sumur Hulu Cai adalah bagian dari peninggalan sejarah masa lampau di Kranggan. Selama ini oleh warga masih dijadikan tempat ritual budaya dalam acara tertentu, salah satunya sedekah babaritan, ritual Sunda yang terus dipertahankan di wilayah itu, bersama 53 titik budaya babaritan lainnya.

Menurut Abah, ada saja yang datang untuk membuat konten Youtube, berswafoto ataupun mengambil air di Sumur Hulu Cai, di Kranggan Kulon. Masih juga ada yang mengaitkan dengan hal mistis, namun itu bagi mereka yang tidak memahami sejarah dan budaya.

“Masih saja ada ritual tertentu pada malam Jumat dan lainnya di Hulu Sumur Cai ini, tapi itu berpulang ke mereka. Kami hanya sebagai penjaga dan selalu menyarankan untuk tidak melakukan hal menyimpang, karena tugas manusia yang masih hidup menjaga dan melestarikan sumber peninggalan leluhur. Salah satunya seperti sumber mata air, sebagai penghidupan,” ujarnya.

Diketahui Sumur Hulu Cai menjadi salah satu Cagar Budaya bersama beberapa sumur lainnya oleh pemerintah Kota Bekasi. Ia menjadi bagian dari warisan sejarah yang masih terjaga di wilayah Kranggan. Saat ini airnya kian jernih dan bisa diminum langsung.

Kang Abel, pegiat awal yang melestarikan Sumur Hulu Cai, mengakui bahwa pengembangan area tersebut tak terlepas dari peran berbagai pihak yang peduli, seperti sumbangan batu, pasir, dan pembangunan saung di sekitar lokasi sumur.

Kang Abel, pegiat awal pembenahan Sumur Hulu Cai di Kranggan, Jatisampurna, Minggu (29/8/2021) – Foto: Muhammad Amin

“Kami hanya membuka jalur, ternyata banyak yang peduli dengan menyumbang berbagai keperluan untuk mempercantik lokasi peninggalan leluhur di Sumur Hulu Cai,” tandasnya.

Saat ini, lanjut dia, di area lokasi Sumur Hulu Cai masih ada sisa lahan kosong yang akan dimanfaatkan untuk dijadikan sanggar pengembangan kesenian tari dan lainnya. Sudah ada pihak yang bersedia membangun sanggar di sekitar lokasi tersebut.

“Alhamdulillah, ada salah satu Yayasan Adam Hawa Siliwangi yang ingin mengembangkan lokasi Sumur Hulu Cai dengan membuat sanggar di lahan kosong yang ada di sekitar lokasi sumur. Tempat sudah ada tinggal action  saja,” papar Kang Abel.

Lihat juga...