Tanaman Pakis Dinilai Efektif Lindungi Tanah dan Lingkungan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Aliran sungai Way Pisang mengalir jernih dari Gunung Rajabasa jadi pasokan lahan pertanian di Lampung Selatan. Sungai alami yang dipertahankan tanpa talud ditumbuhi pakis yang tumbuh subur di daerah aliran sungai (DAS) sebagai sumber makanan tradisional.

Suparmin, salah satu petani memilih memelihara tanaman sawit berdampingan dengan tanaman pakis atau Nephrolepis biserrata. Kerap dianggap sebagai gulma, sejatinya memiliki manfaat ekologis berkelanjutan. Indikator tanah yang lembab, gembur dan subur bisa dilihat dari rumpun pakis yang tumbuh. 

“Awalnya pakis kerap jadi gulma pada lahan pertanian, namun karena kekuatan pada akar menahan longsor kerap dipertahankan pada galengan sawah yang berbatasan dengan sungai, pada lahan perkebunan sawit dipertahankan untuk menjaga kelembaban tanah, karena menutup tanah meminimalisir penguapan,” terang Suparmin saat ditemui Cendana News, Rabu (25/8/2021).

Saat musim kemarau fungsi ekologis tanaman pakis sebutnya sangat terasa. Saat curah hujan rendah, pakis membantu menahan menahan penguapan. Saat sebagian tanaman pakis tua, membusuk menjadi bahan pupuk alami bagi tanaman sawit.

Penanaman pakis sebut Suparmin dilakukan pada tahap awal sebelum sawit ditanam. Sebagian tanaman pakis tumbuh secara alami sehingga mengurangi defisit air. Berbagai jenis pupuk penambah kesuburan tanah berupa pupuk kandang juga ditaburkan. Perhektare tanaman kelapa sawit bisa menghasilkan 2 ton tandan buah segar (TBS) sawit.

“Tanaman pakis yang menanungi tanah sangat berguna menjaga kesuburan, terutama mendekati kemarau,” ulasnya.

Petani dan pengepul TBS sawit, Roni, menyebut pakis kerap dibiarkan tumbuh di dekat embung, sungai. Tanaman yang bisa berkembang dengan spora terbawa oleh angin. Pada jenis pakis liar saat hujan turun, tanaman tersebut menyerap air untuk pasokan tanaman sawit.

“Tanaman pakis tidak dianggap gulma tapi sebagai hubungan simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan,” ulasnya.

Suparmin, petani kelapa sawit di Desa Sukaraja, Kecamatan Palas, Lampung Selatan mempertahankan tanaman pakis di sekitar lahan sawit sebagai penutup tanah dan longsor, Rabu (25/8/2021). Foto: Henk Widi

Pembiaran, perbanyakan tanaman pakis pada lahan pertanian sebut Roni sangat menguntungkan. Tanaman seperti rumput itu pada bagian tunas, daun muda yang masih tergelung bisa jadi sayuran.

Hubungan simbiosis mutualisme sawit, pakis dan tanaman lain diakui Rahmiati. Salah satu petani di kaki Gunung Rajabasa, Penengahan menyebut ada beragam jenis pakis. Mulai dari tanaman hias hingga sayuran.

Pakis sebut Rahmiati tidak sepenuhnya merugikan. Sebagai tanaman penutup tanah pada lahan rawa tanaman itu kerap dipertahankan. Bagi petani, selain menjaga penguapan tanah, pakis bisa menjadi alternatif sayuran segar. Pakis yang telah kering digunakan sebagai bahan pupuk tanaman setelah proses pembakaran dengan abu dicampurkan memakai pupuk kandang.

Lihat juga...