Teror di Yahukimo Dilakukan Tiga Kelompok KKB

Dua pekerja jembatan yang dibunuh KKB di kali Braza, Yahukimo - Foto Ant

JAYAPURA – Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Penegakan Hukum (Gakum) Nemangkawi, Kombes Pol Faisal Ramadhani mengatakan, ada tiga Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), yang melakukan teror di Yahukimo, Papua.

Mereka diduga sudah bergabung, dan melakukan sejumlah aksi kekerasan terhadap warga sipil di Yahukimo, Papua. “Memang benar dari penyelidikan yang dilakukan, terungkap kelompok yang menebar teror dengan membunuh warga sipil dan anggota TNI-AD,” kata Kombes Faisal Ramadhani, Rabu (25/8/2021).

Ketiga kelompok itu adalah, Tenius Gwijangge, Temianus Magayang dan Senat Soll. Kombes Faisal menyebut, masih berada di Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo. Dia mengatakan selama Agustus, KKB telah menewaskan tiga warga sipil dan melakukan sejumlah aksi pembakaran.

KKB di Yahukimo, sudah bercampur dengan masyarakat setempat, maupun mereka yang datang dari Kabupaten Nduga. Kelompok mereka (KKB) ada sekira 30 orang, dan beberapa diantara mereka adalah penembak yang terlatih.

Mereka saat ini memiliki enam pucuk senjata api, dua diantaranya SS2, yang dirampas dari anggota TNI di Dekai, pada Mei lalu. “Anggota Satgas Nemangkawi saat mengevakuasi karyawan ditembaki KKB dan tembakannya terarah namun karena kita pakai mobil armor jadi tidak tembus”, kata Faisal, yang juga menjabat Direskrimum Polda Papua.

Fasilan menyebut, bekas peluru tembakan dari anggota KKB terlihat mengumpul. “Artinya, senjata terbidik semua dan yang gunakan sangat terlatih,” sebutnya.

Namun demikian, KKB di Yahukimo tidak memiliki pimpinan. ”Yang ada hanya tokoh-tokoh saja,” kata Kombes Faisal.

Senat Soll, mantan anggota TNI yang dipecat karena disersi terlibat kasus pembunuhan, bertanggungjawab atas kejadian pembunuhan di Dekai yang terjadi pada 11, 20, dan 26 Agustus 2020. Salah satu korbannya adalah, Hendry Jovinski, yang merupakan Staf KPUD Yahukimo.

Temianus Magayang, terlibat dalam pembunuhan dua anggota Yonif Linud 432 Kostrad dan merampas senpi SS2 V1 kaliber 5,56 yang dibawa korban pada18 Mei lalu. Tenius Gwijangge diduga terlibat kasus pembunuhan empat pekerja bangunan di Kampung Bingki, Distrik Seradala pada 25 Juni lalu. Dan diduga pelaku pembunuhan dua pekerja jembatan di kali Barza. (Ant)

Lihat juga...