Tiga Instansi Segera Tangani Masalah Irigasi Kali Cikarang Hilir

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Persoalan saluran irigasi di wilayah utara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang melalui Kali Cikarang Srengseng Hilir, akhirnya mendapat respons positif dari tiga instansi.

Hal tersebut disampaikan oleh koordinator gotong royong petani di wilayah utara Kabupaten Bekasi, Jejen Jaenudin, yang mengatakan bahwa pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan DBMPSDA Kabupaten Bekasi bersama BBWS Cilicis Cisadane sudah ke lokasi tumpukan sampah di Kampung Galian, Desa Jayabakti, Cabang Bungin.

“Siang tadi saya lagi di Kantor Kecamatan Cabangbungin, ditelepon disuruh ke lokasi tumpukan sampah. Ternyata sudah ada Kabid Kebersihan LH Khaerul Hamid dan BBWS Cilicis Cisadane. Tidak lama datang juga pihak dari DBM PSDA Kabupaten Bekasi,”ungkap Jejen Jaenuddin, kepada Cendana News, Rabu (25/8/2021).

Dalam pertemuan itu, papar Jejen, setelah dijelaskan kondisi yang terjadi Kabid DLH sedikit menekan agar BBWS Cilicis dan DBM PSDA Bekasi segera bertindak melakukan penanggulangan dalam mengatasi persoalan di Kali Cikarang Hilir.

Kesimpulannya, jelas Jejen, ketiga instansi itu segera melakukan penanggulangan dan semua biaya ditanggung.

“Alhamdulillah, akhirnya ada solusi dan suara petani didengar. Terimakasih, Pak, atas pemberitaannya bertahun-tahun berjuang akhirnya mendapat tanggapan juga. Ini semua biaya ditanggung oleh tiga instansi itu dari alat berat dan lainnya,”ungkap Ustadz Jejen.

Saat ini, Ustadz Jejen mengaku telah membuat undangan dengan menjadwalkan untuk rapat dengan petani dari 16 desa, pada malam Jumat besok. Hal itu terkait teknis di lapangan, mengingat untuk keamanan di lapangan pihak dinas menyerahkan ke petani.

“Penanggulangan jalur irigasi Kali Cikarang Hilir akan dikerjakan dari hulu sampai hilir, panjangnya mencapai 32 kilometer, dan pelaksanaannya hanya menunggu kesiapan dari petani saja. Ini adalah kabar baik bagi petani di Utara Bekasi, sekarang kami yang ditunggu kesiapannya,” ujarnya, gembira.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Khaerul Hamid, membenarkan informasi tersebut, sifatnya penanggulangan di saluran air Kali Cikarang Hilir.

“Sifatnya penanggulangan insidential, tapi arahnya mirip dengan normalisasi. Saya meminta BBWS dan DBM PSDA untuk saling bahu-membahu terkait masalah penanggulangan di Kali Cikarang Hilir, dengan menurunkan alat berat jenis amphibi,” ujar Khaerul Hamid, kepada Cendana News.

Menurutnya, selama ini BBWS Cilicis Cisadane dengan BBWS Citarum saling lempar tanggungjawab. Tapi, hal itu bisa teratasi karena sifatnya insidential, tidak perlu saling lempar kewenangan.

“DLH itu ngurus sampah di darat, kalau di Kali itu tidak ada cara lain kecuali hanya sedimentasi. Action di lapangan saat ini hanya tinggal menunggu kesiapan dari petani dan besok malam rekan petani katanya akan menggelar rapat. Tunggu saja, hasil rapatnya seperti apa karena kita akan menurunkan amphibi dan otomatis sementara kali akan ditutup dulu,” pungkasnya.

Lihat juga...