Tiga Kapal Perintis Kembali Dioperasikan di Wilayah Kepulauan Riau

Kapal Sabuk Nusantara milik PT Pelni, bersandar di pelabuhan SBP Tanjungpinang, Kepulauan Riau - foto Ant

TANJUNGPINANG – PT Pelni (Persero), kembali mengoperasikan tiga kapal perintis, di perairan Kepulauan Riau. Operasional sebelumnya sempat berhenti, akibat Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di daerah tersebut.

“Untuk wilayah Kepulauan Riau dilayani oleh tiga kapal perintis,” kata Manager Humas, Kelembagaan, dan CSR PT Pelni, Idayu Adi Rahajeng, Minggu (29/8/2021).

Idayu menyebut, KM Sabuk Nusantara 48 dengan rute Tanjung Pinang – Jagoh/Dabo – Pekajang – Blinyu – Pekajang – Jagoh/Dabo – Tanjung Pinang – Tambelan – Sintete – Tambelan – Tanjung Pinang, akan kembali beroperasi Selasa (31/8/2021).

Kemudian, KM Sabuk Nusantara 80 dengan rute R-8, akan beroperasi pada 1 September 2021, sesuai kebijakan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna. Rute omisi menjadi Kijang – Tambelan – Pontianak – Tarempa – Kuala Maras – Kijang sampai dengan tgl 06 september 2021. Selanjutnya, KM Sabuk Nusantara 80 akan menjalani docking guna maintenance kapal dan kenyamanan penumpang.

Berikutnya, KM Sabuk Nusantara 83 dengan rute R-6, yang juga beroperasi pada 1 September 2021, sesuai kebijakan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna. Dengan rute omisi menjadi, Tanjung Pinang – Kuala Maras – Tarempa – Sintete – Tambelan – Tanjung Pinang sampai dengan 6 September 2021. “Pengoperasian kapal Pelni 2021 ini telah mendapatkan amanah dari Kementerian Perhubungan RI melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut untuk mengelola 45 trayek kapal perintis,” ungkapnya.

Kapal perintis yang dikelola oleh PT Pelni, menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar dan Perbatasan (3TP). Kapal perintis menyinggahi 285 pelabuhan dengan 3.811 ruas. “PT Pelni (Persero) selalu siap mendukung kebijakan pemerintah guna melayari wilayah 3TP untuk konektivitas Indonesia,” ujarnya.

Menyadari situasi di masa PPKM, kapal perintis yang dioperasionalkan Pelni sempat berhenti beroperasi untuk sementara waktu atau portstay. Akan tetapi, portstay yang dilakukan adalah upaya Pelni, dalam mendukung kebijakan pemerintah guna menekan penyebaran kasus COVID-19 di Indonesia. “Hal tersebut dilakukan menindaklanjuti arahan dari Kementerian Perhubungan,” pungkas Idayu. (Ant)

Lihat juga...