Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Anak dengan Olah Raga Sederhana

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Waktu luang yang banyak bagi anak-anak memberi peluang melakukan olahraga menjaga kebugaran tubuh. Sejumlah kegiatan olahraga sederhana bisa dilakukan sebagai cara meningkatkan aktivitas fisik.

Samsu Rizal, kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang, Lampung Selatan menyebut olahraga jadi bagian gerakan masyarakat hidup sehat (Germas).

Olahraga yang diperkenalkan sejak dini kepada anak-anak sebut Samsu Rizal dapat meningkatkan kebugaran tubuh. Menyesuaikan kondisi lingkungan, kearifan lokal sejumlah olahraga bisa dilakukan pada halaman rumah.

Olahraga sederhana yang kerap dimainkan anak anak berupa sepak bola, bola voli, lari pagi, lompat tali. Permainan tradisional juga dimainkan sebagai bagian kegiatan olah fisik.

Peran orangtua dalam mendukung tumbuh kembang fisik, gerak motorik bisa dilakukan dengan fasilitas. Saat musim atau tren bermain bulu tangkis, anak anak bisa dibelikan raket, kok.

Halaman rumah sebutnya, bisa menjadi sarana latihan setelah melihat Greysia Polii dan Apriyani Rahayu meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 sebagai motivasi pentingnya olahraga.

“Figur atlet yang sudah berhasil dalam sejumlah kejuaraan tentunya bisa menjadi idola untuk anak menekuni olahraga. Namun banyak juga olahraga sederhana bisa dimainkan dengan tujuan anak tetap bergerak, terkena sinar matahari, berkeringat dan tentunya, bisa berinteraksi sosial bersama kawan sebaya,” terang Samsu Rizal saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (6/8/2021).

Waktu pagi sebut Samsu Rizal dimanfaatkan anak di pedesaan untuk bermain, olahraga. Sebagian anak yang memiliki jadwal sekolah dari rumah atau belajar dalam jaringan (daring) memiliki banyak waktu olahraga.

Sebagian orangtua memiliki peran dalam menyediakan fasilitas. Kreativitas anak juga bisa dilakukan mempergunakan alat sederhana yang bisa membantu kegiatan olahraga.

Salah satu permainan yang ikut meningkatkan gerak tubuh anak sebutnya gasing kayu. Melalui permainan tersebut olah fisik dilakukan pada tangan, kaki dan otot tubuh.

Permainan sepak bola, bola voli bisa dimainkan pada halaman terbatas dengan pengawasan orangtua. Permainan sederhana, tradisional sebutnya cocok menjadi bagian dari olah kebugaran anak-anak.

“Dilakukan saat pagi atau sore olahraga bagi anak juga mendorong pengurangan waktu bermain gawai yang berdampak pada kesehatan mata,” ulasnya.

Salah satu orangtua, Valentina, mengaku memberi kesempatan bagi anak berolahraga. Warga Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang itu bilang membelikan bola voli.

Fasilitas net dibuatkan olehnya di halaman rumah berumput untuk anak-anak. Menyediakan fasilitas olahraga di halaman sebutnya kerap dimanfaatkan anak saat pagi, sore.

“Anak bisa atur waktu setelah belajar daring melakukan kegiatan olahraga, saya juga bisa awasi dengan bekerja sebagai pemilik warung,” ujarnya.

Olah kebugaran bagi anak-anak sebutnya juga kerap didampingi orangtua. Bermain bola voli sebutnya bisa dilakukan dengan memakai bola plastik.

Meski memanfaatkan alat sederhana namun anaknya bisa bermain dengan rekan sebaya. Variasi aktivitas fisik yang bisa dilakukan untuk anak wanita sebutnya, berupa lompat tali untuk melatih anak melompat.

Permainan sederhana sebagai cara melatih fisik dilakukan oleh Hendrawan, salah satu anak di Ketapang. Bermain gasing sebutnya jadi kegiatan menyenangkan.

Berlari, melempar gasing sebutnya membuat tubuh berkeringat. Olahraga sederhana bersama sejumlah rekan sebaya dilakukan saat sejumlah tugas sekolah selesai dikerjakan. Cara itu menyeimbangkan waktu belajar dan olahraga.

Hal yang sama dilakukan Safira, Samil dan anak-anak usia SD hingga SMP di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan. Bermain jitu-jituan sebut Safira dilakukan untuk mencapai titik hinggap.

Berlari menghindari kejaran lawan dalam permainan jitu-jituan dilakukan Safira (kiri) di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Jumat (6/8/2021) – Foto: Henk Widi

Lawan akan mengejar sembari melempar bola dari gulungan plastik. Permainan itu membuat ia harus berlari dan membuat berkeringat saat pagi. Meski sederhana permainan di halaman rumah jadi alternatif olahraga.

Safira menyebut selama hampir setahun lebih tidak melakukan olahraga di sekolah. Kegiatan olahraga sebutnya kerap jadi tugas dengan melakukan gerakan lalu mengirimnya dalam bentuk video.

Bermain jitu-jituan sebutnya cukup menyenangkan karena harus berlari dan menghindari kejaran lawan yang melempar bola.

Usai permainan jitu-jituan olahraga lompat tali kerap dilakukan anak sebayanya untuk menjaga kebugaran tubuh.

Lihat juga...