Tingkatkan Literasi Masyarakat, LIPI Hadirkan Berbagai Konten Elektronik

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Peningkatan literasi masyarakat Indonesia diupayakan dengan memperbanyak konten pengetahuan lokal yang dapat diakses melalui e-book open access. Salah satunya dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Press sejak tahun 2020, yang mulai menerbitkan berbagai karya, bukan dari peneliti LIPI.

Editor Akuisisi LIPI Press, Noviastuti Putri indrasari, MA, menjelaskan, untuk menyebarkan informasi ilmu pengetahuan kepada masyarakat, salah satu yang dilakukan adalah mengumpulkan materi yang berasal dari banyak sumber. Lalu mengemasnya hingga terbentuk suatu buku berbasis elektronik atau konten audio visual.

Editor Akuisisi LIPI Press, Noviastuti Putri Indrasari, MA, menjelaskan proses akuisisi dan penerbitan naskah dalam acara online penyediaan konten elektronik open access untuk peningkatan literasi masyarakat, diselenggarakan LIPI, Kamis (5/8/2021) – Foto: Ranny Supusepa

“Fokusnya adalah menciptakan konten bagi publik, melalui suatu proses akuisisi dan kreatif, yang pada ujungnya bisa memberikan ilmu pengetahuan atau meningkatkan literasi masyarakat,” kata Novi dalam acara online LIPI, diikuti Cendana News, Kamis (5/8/2021).

Tentunya proses ini, menurut Novi, dilakukan dalam beberapa tahapan. Mulai dari akuisisi yang meliputi pencarian, penilaian dan penetapan naskah, proses pengemasan yang meliputi pengembangan, produksi, penyuntingan dan desain, hingga proses yang terakhir adalah diseminasi dan promosi.

“Penyediaan konten seperti ini diharapkan dapat menjadi sumber literasi iptek dan pengetahuan lokal yang kredibel serta inovatif dalam bentuk buku dan audio visual, sehingga masyarakat dapat memiliki akses yang mudah dalam meningkatkan literasi,” urainya.

Tujuan jangka panjang, lanjut Novi, adalah meningkatkan produktivitas publikasi nasional sekaligus mendorong masyarakat mendokumentasikan pengetahuan lokal Indonesia.

“Akses terbuka akan memberikan kesempatan pada masyarakat untuk memiliki sumber literasi yang mudah, murah dan merata,” urainya lagi.

Novi menyebutkan, setiap warga dapat mengirimkan naskahnya ke LIPI Press dengan mengakses informasi online yang disediakan LIPI dalam berbagai kanal.

“Ruang lingkupnya pelestarian kebudayaan, pelestarian sumber daya alam, pengembangan ilmu pengetahuan dan pemanfaatan sumber daya alam. Siapa saja bisa mengirim, akademisi, pelajar, kreator, komunitas, pelaku budaya dan masyarakat umum,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa setiap naskah yang dikirimkan haruslah merupakan karya asli individu atau tim dan bebas dari unsur plagiat, dinyatakan secara tertulis.

“Penulis bersedia diakuisisi sehingga dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat melalui kanal publik. Kalaupun karya tersebut sudah pernah diterbitkan sebelumnya, harus mendapatkan persetujuan dari penerbit sebelumnya,” tandasnya.

Lihat juga...