Tips Sukses ‘Game Developer’ Hadapi ‘Publisher’

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Perkembangan gim bukan hanya bergantung pada pengembangnya tapi juga pada pihak yang menerbitkan gim tersebut, atau yang umumnya dikenal dengan nama Publisher Game. Untuk memastikan gim hasil pengembang diterbitkan oleh publisher, ada beberapa tips yang dapat dilakukan pengembang.

Head of Community Toge Production, Sarah Johana menyebutkan saat game developer ingin mengikuti proses pitching, yang harus dilakukan pertama kali adalah mengetahui tentang publisher tersebut.

“Kalau mau ikutan proses pitching, search dulu publisher yang kalian tuju itu bagaimana. Lihat fokus dari publisher tersebut. Jangan sampai, gim-nya PC tapi dilempar ke publisher yang mobile atau sebaliknya,” kata Sajo, demikian ia akrab dipanggil, dalam rangkaian acara Bangga Game Buatan Indonesia, Selasa (3/8/2021).

Ia juga menyatakan game developer atau pengembang gim juga harus mengetahui genre yang biasa dipublish atau portfolio publisher tersebut apa.

“Kalau misalnya publisher tersebut bergenre horor, ya yang ditawarkan yang bergenre horor lah. Jadi bisa membuat publisher itu tertarik,” ujarnya.

Selanjutnya, baru mempersiapkan pitch deck. Yang berisikan tentang gim yang akan ditawarkan, alasan mengapa gim itu dibuat dan mengapa orang harus memainkan gim tersebut.

“Yang terakhir, adalah mengapa publisher harus menerbitkan gim milik kalian dan sebutkan apa yang kalian butuhkan dari publisher. Juga tak lupa tampilkan timeline dan budget yang dibutuhkan,” ujarnya lagi.

Sajo menegaskan walaupun pembuatan pitch deck harus berbasis dengan ‘why’ tapi tetap saja tidak boleh bertele-tele.

“Karena publisher itu jadwal meetingnya paling tidak 10 developer per harinya. Jadi kalau terlalu panjang lebar, yang ada publisher jadi tidak fokus. Tampilkan dalam bentuk virtual yang cathcy sehingga publisher hanya dengan tampilan saja sudah tertarik,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar para pengembang aktif untuk mengecek apa keputusan dari publisher.

“Jangan kalau sudah ketemu publisher, terus nunggu aja. Kadang-kadang publisher juga banyak yang harus dikerjakan,” tandasnya.

Brand and Overseas BD Manager Megasus, Felix Darmoko, dalam kesempatan yang sama,  menambahkan bahwa yang sering kali terlupa oleh para pengembang gim adalah kelengkapan informasi.

“Banyak yang lupa nulis nama perusahaan dan alamat lengkap atau nama pembuat gim-nya. Dan juga harus disampaikan berapa banyak tim-nya. Jadi profil lengkap. Sehingga publisher juga bisa kontak balik,” tuturnya.

Dan dalam pitch deck, juga jangan hanya menyampaikan gambaran gim dan kelebihannya.

“Tapi sampaikan juga fitur-fiturnya. Target audience nya itu siapa. Development game-nya seperti apa. Misalnya apakah ada penambahan fitur dalam beberapa bulan arau event tertentu,” pungkasnya.

Lihat juga...