TPST di Baturaden Mampu Produksi Magot 60 Kilogram per Hari

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANYUMAS — Untuk mempercepat proses penguraian sampah organik, Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Rempoah, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas juga melakukan budidaya magot. Bahkan dalam satu hari, produksi magot bisa mencapai 60 kilogram magot.

Pengelola TPST Rempoah, Kecamatan Baturaden, Nana Supriyana sedang menimbang sampah yang disetor warga, Rabu (4/8/2021). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Pengelola TPST Rempoah, Nana Supriyana mengatakan, magot dimanfaatkan untuk pupuk organik dari tanaman melon yang berada di kebun sekitar area TPST. Selain itu juga digunakan untuk pakan ternak.

“Magot ini banyak sekali manfaatnya, pertama untuk mempercepat penguraian sampah organik, hanya dalam hitungan 1-2 hari, sampah organik sudah hancur dan tinggal mengambil untuk pupuk,” jelasnya, Rabu (4/8/2021).

Budidaya magot tersebut dilakukan pada beberapa bak penampungan berukuran cukup besar.

Terkait proses pengelolaan sampah di TPST tersebut, Nana Supriyana menjelaskan, pihaknya melakukan jemput bola sampah ke rumah-rumah warga. Saat ini tercatat sudah ada 2.000 pelanggan. TPST tersebut juga menampung sampah dari desa lain di sekitarnya, seperti Desa Pamijen dan Desa Kemutug Kidul serta satu rumah sakit di kawasan Baturaden.

Untuk pemilahan sampah mulai dilakukan di TPST, sampah di pisahkan antara sampah organik dan anorganik. Selanjutnya akan dilakukan pengolahan sampah, yang organik dimanfaatkan untuk budidaya magot dan yang organik akan dicacah dan dijual.

Dari hasil penjualan sampah anorganik serta hasil penjualan budidaya magot, TPST tersebut sudah mampu mempekerjakan 25 orang yang berasal dari warga sekitar.

“Untuk para pekerja ini, kita memang belum mampu memberikan upah sesuai dengan Upah Minimun Kabupaten (UMK) Banyumas, kita baru bisa memberikan upah Rp 1.000.000 per bulan. Namun ada juga uang insentif dan lembur,” tuturnya.

Dengan berbagai pemanfaatan dan pengolahan sampah yang dilakukan, saat ini TPST Rempoah masih menyisakan sampah yang harus dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sebanyak tiga truk per minggu. Pihak pengelola terus berupaya untuk menurunkan sisa pembuangan sampah.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas, Junadi mengatakan, saat ini Kabupaten Banyumas memiliki 23 TPST. Sejauh ini semua TPST bisa berjalan dan beroperasi dengan baik.

“Sebanyak 23 TPST tersebut sudah mampu mandiri, bisa untuk menghidupi operasional sendiri, seperti biaya operasional, listrik, BBM kendaraan pengangkut, membayar gaji karyawan dan biaya lainnya,” jelas Junaedi.

Lihat juga...