UMKM Mamin di Tambun Tetap Eksis Melalui Konsinyasi

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) makanan dan minuman (Mamin) di wilayah Tambun Selatan dan Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tetap tumbuh positif, bahkan mendominasi selama masa pandemi Covid-19. 

“Kondisi pandemi membatasi pelaku UMKM untuk door to door, tapi dibimbing dengan sistem kerja sama penitipan di pertokoan atau outlet di beberapa titik wilayah Tambun Selatan dan Utara, melalui sistem konsinyasi,” kata Irwanto, Ketua UMKM Tambun Selatan dan Utara kepada Cendana News, Selasa (24/8/2021).

Di dua wilayah Tambun Selatan dan Utara yang didampingi didominasi produk Mamin. Saat ini, jelas Irwanto, pelaku UMKM seperti kraf dan fashion banyak berhenti sementara dan beralih ke lainnya dulu dengan kondisi seperti saat ini.

Menurutnya aneka produk Mamin yang cukup mendominasi seperti aneka kripik, donat atau minuman khusus mengandung kesehatan cukup mendominasi. Pelaku UMKM sudah bisa memanfaatkan situasi dengan membaca peluang pasar.

“Tugas pendamping hanya mengarahkan, dengan menjalin kerja sama dengan pelaku usaha lainnya seperti pertokoan atau outlet khusus sebagai tempat penitipan produk UMKM. Sehingga pelaku UMKM lebih semangat,” jelas Irwanto.

Diakuinya, di wilayah Tambun Selatan dan Utara sampai saat ini memang belum memiliki satu gerai khusus untuk dijadikan display produk pelaku UMKM, sehingga menjalin kerja sama dengan pertokoan, outlet tertentu jadi solusi dengan meminta menyiapkan tempat khusus melalui sistem konsinyasi.

Irwanto pun, tidak menampik di masa pandemi ini banyak pelaku UMKM gulung tikar. Hal itu menjadi perhatian pemerintah baik daerah ataupun pusat dengan mengirim pendamping ataupun melalui bantuan tunai, pinjaman lunak dan lainnya dalam men-support pelaku UMKM.

“Seperti kami sebagai pendamping ditugaskan khusus oleh Kabupaten Bekasi untuk melakukan pendampingan pelaku UMKM untuk berkunjung atau memberi tips secara langsung ke tempat usahanya,” papar Irwanto.

Peluang UMKM Mamin masih terbuka baik di lingkungan bahkan sampai ekspor. Sebagai pendamping terus diarahkan agar bisa naik kelas, dengan memanfaatkan produk khusus. Ada tiga jenis UMKM meliputi kraf, fashion dan Mamin.

Reni, pelaku UMKM Mamin, mengaku tetap eksis dengan kripik pisang dengan beberapa varian melalui sistem penitipan di beberapa pertokoan, outlet hingga ke rumah makan seperti warteg dan lainnya.

“Salah satu cara tetap bertahan harus titip ke warung-warung, dengan sistem konsinyasi. Karena untuk dari rumah ke rumah saat ini tidak memungkinkan. Hal lain daya beli juga menurun,” jelasnya.

Lihat juga...