Unit Usaha Koperasi di Trirenggo Terpuruk Akibat PPKM Level 4

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Pengurus Koperasi Gemah Ripah Trirenggo, Bantul, mengaku makin terpuruk akibat terdampak pandemi Covid-19. Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV di wilayah DIY yang terus diperpanjang, mengakibatkan banyak anggota koperasi yang tak bisa membayar angsuran pinjaman setiap bulannya. 

“Di masa pandemi dengan pemberlakuan PPKM Level IV ini, koperasi makin terpuruk karena unit-unit usaha yang ada, baik itu Warung Kita maupun Modal Kita, tak bisa berjalan sebagaimana mestinya,” ungkap Manajer Umum Koperasi Gemah Ripah Trirenggo, Ambyah, belum lama ini. 

Menurut Ambyah, unit usaha Modal Kita, misalnya, sejak beberapa waktu terakhir mengalami kredit macet luar biasa. Banyak anggota nasabah tidak mampu membayar angsuran bulanan akibat kehilangan pekerjaan, ataupun tak bisa bekerja. Tercatat ada sekitar 30 persen lebih anggota nasabah Modal Kita yang menunggak. 

“Modal Kita kemacetannya luar biasa, dan kita nggak bisa berbuat apa-apa, karena memang situasi yang sedang sulit,” ungkapnya. 

Tingginya angka kredit macet itu, diakuinya mengakibatkan neraca keuangan Koperasi Gemah Ripah Trirenggo menjadi timpang. Pemasukan unit usaha Modal Kita turun mencapai hampir 50 persen, sementara pengeluaran atau operasional tetap harus berjalan seperti biasa. 

“Jadi, kondisi koperasi saat ini makin minus,” keluhnya. 

Meski begitu, pihak koperasi mengaku tidak menyerah dan tetap melakukaan kegiatan penagihan secara rutin kepada seluruh anggota yang menunggak. Walaupun diakui hal tersebut memang belum bisa berjalan seperti yang diharapkan. 

“Unit usaha Warung Kita juga sama. Selama pandemi ini makin sepi. Bahkan, hasil keuntungan warung tidak mencukupi untuk membayar gaji seorang pegawai yang ada. Sehingga harus disubsidi oleh koperasi. Untungnya kita dipercaya menyalurkan program BPNT, sehingga bisa untuk menutupnya,” katanya. 

Ambyah mengaku hanya bisa berharap, Yayasan Damandiri selaku pembina koperasi Gemah Ripah Trirenggo, bisa membantu. Yakni, dengan menggelontorkan bantuan dana guna menyelamatkan koperasi. Ia yakin, jika pandemi berakhir, koperasi akan berjalan sebagaimana sebelumnya.

“Kalau mau melakukan inovasi pengembangan di masa pandemi seperti sekarang ini jelas tidak mungkin. Karena semua terdampak, semua merasakan akibatnya. Bahkan, sudah banyak usaha lain yang tutup akibat terdampak pandemi ini,” katanya. 

Lihat juga...