Update 27 Agustus 2021, Angka Kematian COVID-19 Turun ke Kisaran 500

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Pada tanggal 27 Agustus 2021, Indonesia kembali mencatatkan penurunan angka kematian dan kasus baru COVID-19.

Sesuai dengan update dari Badan Nasional Pengendalian Bencana (BNPB) pada Jumat, 27 Agustus 2021, kasus baru bertambah 12.618 menjadi 4.056.354, menurun dari hari kemarin 16.899. Angka kematian harian pun menurun, yaitu 599, yang menjadikan jumlah kematian menjadi 130.781 kasus atau 3,224 persen dari jumlah kasus keseluruhan.

Untuk angka kesembuhan, terjadi penambahan sebanyak 19.290 menjadi 3.689.256 atau 90,950 persen dari keseluruhan kasus.

Dari pergerakan data tersebut, penambahan kasus baru untuk sepuluh besar yakni Jawa Timur 1.409; Jawa Barat 1.349; Jawa Tengah 1.069; Sumatera Utara 1.056; DI Yogyakarta 688; DKI Jakarta 635; Bali 558; Kalimantan Timur 523; Riau 518; dan Aceh 388.

Untuk angka kematian terbesar harian, untuk sepuluh besar dicatatkan secara berurut oleh Jawa Timur 161; Jawa Tengah 47; Bali 45; Kalimantan Timur 30; Jawa Barat dan Bengkulu masing-masing 25; Kalimantan Selatan 24; DI Yogyakarta dan Sumatera Utara masing-masing 21; Riau 20; Sumatera Selatan 19; dan di posisi ke-10 dengan angka kematian harian 16 ditempati oleh tiga provinsi, Bangka Belitung, Kalimantan Barat dan Aceh.

Grafik per Provinsi tanggal 27 Agustus 2021 – Dokumen BNPB

Sementara itu, per 27 Agustus 2021, pukul 09.29 GMT, berdasarkan data dari worldometers.info terjadi penambahan kasus menjadi 215.572.155 dengan jumlah kematian sebanyak 4.490.032 dan kasus sembuh 192.738.223.

Di tatanan dunia, Indonesia masih menempati posisi posisi ke 13, untuk jumlah kumulatif kasus. Kasus baru harian, Indonesia berada di posisi ke-6 dengan 12.618 kasus, setelah Jepang 24.976; Mexico 20.633; Rusia 19.509; Thailand 18.702 dan Philipina 17.447. Untuk angka kematian harian, Indonesia berada di posisi ketiga dengan jumlah 599 jiwa, setelah Mexico 835 jiwa dan Rusia 798.

Sementara dalam kelompok Asia, dari 49 negara, Indonesia masih menempati posisi ke empat dalam total kasus 4.043.736 dan penyumbang terbanyak kasus kematian harian, yaitu 599, diikuti Thailand 273 jiwa dan Kazakhstan 121 jiwa.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi – Jumat (6/8/2021) – Foto Ranny Supusepa

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menyatakan, angka kematian yang masih tinggi disebabkan adanya keterlambatan data yang dilaporkan pihak daerah.

“Pertama ini berkaitan dengan ada perbedaan sistem antara pusat dengan daerah. Karena adanya desentralisasi. Jadi sistem informasinya belum terkoneksi secara baik dengan sistem NAR. Jadi harus double entry,” kata Nadia saat dihubungi.

Ia menjelaskan, untuk sistem di daerah sudah menjadi tugas dan kewenangan daerah sesuai dengan UU Desentralisasi.

“Yang kedua, karena ketidakpatuhan petugas dalam melakukan pengerjaan laporan tersebut,” ucapnya.

Pendataan ini memiliki arti penting dalam proses penanganan pandemi secara keseluruhan. Jika data ini tidak tersaji dengan benar, maka grafik yang terbentuk tidak akan sesuai kondisi COVID 19 yang terjadi di lapangan.

Lihat juga...