Update Covid-19: Angka Kematian di Indonesia Kisaran 1.200-an

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Pada hari terakhir perpanjangan PPKM Level 4 untuk Jawa Bali, 16 Agustus 2021, angka kematian hanya meningkat sedikit, yaitu 1.245 jiwa, meningkat dari kematian harian kemarin 1.222 dan menjadikan total kasus kematian menjadi 118.833 atau 3,069 persen dari total keseluruhan kasus, yaitu 3.871.738.

Indonesia hari ini mencatatkan angka kesembuhan sebesar 29.925 kasus, menurun dari hari kemarin yang mencapai 30.361 dan menjadikan total kasus sembuh menjadi 3.381.884 atau 87,347 persen dari keseluruhan kasus.

Dengan jumlah kasus kematian harian di seluruh provinsi adalah 1.245, meningkat 23 orang dibandingkan hari kemarin yang mencatatkan 1.222.

Tercatat sepuluh besar provinsi yang memiliki angka kematian terbesar harian, adalah Provinsi Jawa Tengah 368 jiwa, Provinsi Jawa Timur dengan 236 jiwa, Kalimantan Timur 71, Jawa Barat 65, Bali 48, Riau 42, DI Yogyakarta 36, Sulawesi Tengah 34, Sumatera Utara 33 dan di peringkat 10, ada DKI Jakarta serta Lampung yang memiliki angka kematian 33.

Sementara untuk jumlah kasus baru harian, untuk sepuluh besar dicatatkan secara berurut oleh Jawa Tengah 3.803 kasus, Jawa Barat 2.095 kasus, Jawa Timur 1.559, Bali 888, Sumatera Utara 821, DI Yogyakarta 702, Kalimantan Timur 633, Riau 609, Kalimantan Selatan 574 dan Sulawesi Tengah 526.

Pada 16 Agustus 2021, pukul 09.42 GMT, Worldometer melaporkan jumlah kasus menjadi 208.058.314 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 4.375.878 dan kasus sembuh 186.516.790, dengan posisi Indonesia adalah 13 di seluruh dunia dan menempati posisi ke-4 di Asia.

Guru Besar FKUI, Prof. Tjandra Yoga Aditama, menyatakan, bahwa PPKM Darurat berdasarkan angka yang tercatat, memiliki pengaruh pada kondisi penanganan COVID 19 di Indonesia.

Guru Besar FK Universitas Indonesia, Prof. Tjandra Yoga Aditama, saat menjelaskan pentingnya protokol kesehatan tetap dijalankan walaupun sudah dilakukan vaksinasi dalam acara online kesehatan, Jumat (29/1/2021) lalu – Foto: Ranny Supusepa

Sebagai bentuk analisa, ia membandingkan data awal PPKM Darurat, saat PPKM dan saat perpanjangan PPKM.

“Dimulai pada 3 Juli 2021. Kasus Covid-19 hari itu tercatat 27.913 orang dan angka rata-rata kejadian selama 7 hari berjalan, sebanyak 23.270 orang. Dan kematian akibat Covid-19 mencapai 493 orang dengan rata-rata 7 hari, 471 orang yang wafat,” urai Tjandra Yoga.

Lalu, dibandingkan dengan laporan pada tanggal 15 Juli 2021, di mana kasus positif adalah 56.757 orang dengan rata-rata kasus selama 7 hari adalah 44.145 orang.

“Puncak angka kematian akibat Covid-19 terjadi pada 27 Juli, dengan rata-rata angka kematian untuk 7 hari berjalan adalah 1.519 orang yang wafat,” urainya lagi.

Pada 14 Agustus, kasus positif bertambah 28.598 orang dan rata-rata sepekan adalah 27.704 orang, serta kematian 1.270 orang dan rata-rata untuk 7 hari berjalan adalah 1.538 orang yang wafat.

“Artinya jumlah kasus menurun di hari-hari ini sekitar separuhnya dari saat puncak kasus dalam waktu sekitar satu bulan,” tutur Tjandra Yoga.

Ia menegaskan bahwa dalam penerapan PPKM Darurat tak bisa langsung jumlah kasus atau pun jumlah kematian menurun.

“Akan butuh waktu. Dalam penerapan di negara lain, angka menunjukkan penurunan pasca pemberlakuan selama 2 bulan. Pelonggaran pun tak serta merta dilakukan, tapi harus dilakukan secara bertahap untuk mencegah lonjakan kasus,” pungkasnya.

Lihat juga...