Usaha Beras Koperasi DCML Cilampunghilir Berdampak pada Peningkatan Pendapatan Petani

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Manager Umum Koperasi Amanah Galunggung Mandiri, Yana Chaeru Taufik Ismail. Dok CDN

TASIKMALAYA — Terobosan usaha baru yang dilakukan Koperasi Amanah Galunggung Mandiri melalui unit usaha Warung Kita tidak hanya memberikan manfaat dalam penyediaan beras murah berkualitas bagi warga Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Cilampunghilir Padakembang, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Lebih dari itu, adanya penjualan Beras KUD Singaparna ini juga terbukti mampu memberikan manfaat bagi sejumlah petani yang ada di desa lereng gunung Galunggung tersebut.

Bagaimana tidak, para petani yang selama ini hanya bisa menjual gabah hasil panen mereka pada para tengkulak dengan harga rendah. Kini mereka bisa menjual dengan harga jauh lebih tinggi. Dengan begitu otomatis pendapatan para petani pun menjadi meningkat.

Berada di kawasan lereng gunung Galunggung yang subur dan kaya akan sumber air, desa Cilampunghilir memang memiliki potensi besar di sektor pertanian. Selama ini pertanian bahkan menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat desa. Mengingat beras yang dihasilkan para petani di kawasan ini termasuk berkualitas super dan premium.

“Sayangnya selama ini hasil panen para petani lebih banyak diserap oleh para tengkulak. Dengan harga yang sangat rendah. Kadang hanya sampai Rp6.000 per kilogram. Padahal jika sudah masuk ke warung atau pasar, harga beras hasil panen petani bisa mencapai Rp11.500-Rp12.000 per kilogramnya,” kata Manager Umum Koperasi Amanah Galunggung Mandiri, Yana Chaeru Taufik Ismail.

Atas dasar itulah, Koperasi Amanah Galunggung Mandiri, berupaya membeli gabah hasil panen petani dengan harga jauh lebih tinggi untuk kemudian diolah menjadi beras dan dikemas. Lalu didistribusikan langsung ke konsumen baik itu warung-warung kecil, pondok pesantren, maupun ke rumah-rumah warga.

“Karena keterbatasan modal, saat ini kita baru mampu menyerap sekitar 4 ton beras petani per bulan. Jumlah tersebut masih belum mampu menyerap seluruh produksi beras petani yang mencapai sekitar 16-20 ton. Padahal pasar atau kebutuhan beras di wilayah sekitar desa Cilampunghilir ini masih sangat besar. Mencapai sekitar 100 ton per bulan,” katanya.

Lihat juga...