Vaksinasi  Tidak Jadi Syarat PTM di Semarang

Editor: Maha Deva

SEMARANG – Vaksinasi COVID-19, tidak menjadi syarat bagi siswa untuk bisa mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Semarang. Direncanakan, PTM akan mulai digelar Senin (30/8/2021) mendatang.

Hal tersebut dikarenakan, dari 156 ribu sasaran vaksinasi COVID-19 untuk pelajar, baru sekitar 22 ribu siswa yang sudah tervaksin. Sementara, untuk siswa SD yang umumnya masih berusia 12 tahun ke bawah, juga belum diharuskan untuk mengikuti vaksinasi.

“Vaksinasi untuk pelajar ditujukan pada usia 12-17 tahun, atau dari jenjang SMP sampai SMA sederajat. Jadi untuk siswa SD juga belum diwajibkan untuk vaksinasi, jadi syarat vaksin belum menjadi ketentuan pada pelaksanaan PTM terbatas. Ini untuk siswa. Namun bagi guru sifatnya wajib, dan alhamdulillah seluruh guru dan tenaga kependidikan di Kota Semarang, sudah divaksin,” papar Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, Sabtu (28/8/2021).

Meski demikian, Dinas Pendidikan Semarnag memastikan, pelaksanaan vaksinasi bagi pelajar terus dilakukan. Hal tersebut guna memberikan perlindungan bagi para pelajar, dari paparan covid-19. “Walaupun vaksinasi tidak menjadi syarat bagi siswa untuk mengikuti PTM, namun kita pastikan, seluruh peserta PTM baik siswa dan guru, akan menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin. Ada satgas COVID-19 dari masing-masing sekolah, yang akan melakukan pengawasan dan evaluasi setiap hari,” tandasnya.

Gunawan memastikan, seluruh siswa yang akan mengikuti PTM terbatas, sudah mendapat izin dari orang tua masing-masing. Jika belum, mereka tetap bisa mendapatkan pembelajaran yang akan disampaikan secara daring.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, Sabtu (28/8/2021). Foto Arixc Ardana

Seperti halnya pada saat uji coba PTM, pembelajaran pada PTM terbatas hanya akan berlangsung selama empat jam pelajaran, tanpa waktu istirahat. Pelajar akan masuk dua hari dalam satu minggu, secara bergantian. “PTM terbatas ini akan diikuti oleh seluruh sekolah negeri di Kota Semarang, dari jenjang TK SD dan SMP, sementara untuk swasta, belum kita wajibkan, karena untuk melaksanakan PTM ini ada persyaratan yang harus dipenuhi, jika memang belum bisa memenuhi, pembelajaran bisa dilakukan secara daring,” tandasnya.

Di lain sisi, pihaknya juga tidak menutup pintu bagi sekolah swasta yang akan ikut melaksanakan PTM terbatas. “Syaratnya, mereka sudah pernah melakukan uji coba PTM, selain itu dari segi sarana prasarana hingga kesiapan satgas covid-19 di satuan pendidikan tersebut, juga sudah siap,” jelasnya.

Tercatat pada, PTM terbatas di Semarang akan diikuti 425 sekolah negeri dan swasta, dari jenjang SD dan SMP. Perinciannnya, 325 SD Negeri, 44 SMP Negeri, serta 38 SD swasta, dan 18 SMP swasta. Sejumlah TK negeri juga akan menggelar tatap muka.

Salah satu orang tua siswa, Restu Indah, mengaku ada rasa was-was, saat memberikan izin kepada anaknya, untuk mengikuti PTM terbatas. “Meski ada rasa khawatir, namun izin tetap saya berikan kepada anak saya, untuk mengikuti PTM. Namun anak saya juga sudah saya beri pesan, agar tetap menjaga protokol kesehatan, saya berikan masker double, hand sanitizer serta face shield atau pelindung wajah. Ini upaya maksimal yang bisa saya berikan,” terangnya.

Dijelaskan, kedua anaknya yang saat ini duduk di kelas 11 dan 12 di SMPN 5 Semarang, juga mendapat edukasi terkait pencegahan COVID-19 dari sekolah. “Selain itu, pada saat uji coba lalu, juga berjalan dengan baik. Jadi ini juga menambah keyakinan saya, dalam memberikan izin untuk mengikuti PTM terbatas,” pungkasnya.

Lihat juga...