Wapres : Digitalisasi Sangat Strategis bagi UMKM untuk Tetap Bertahan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Wakil Presiden, KH. Mar’uf Amin mengatakan, digitalisasi sangat relevan dan strategis bagi UMKM untuk tetap bertahan dan berperan sebagai penggerak pemulihan ekonomi nasional.

Dalam pengembangannya digitalisasi UMKM ini harus diimbangi dengan dua syarat. Yakni, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan dukungan kebijakan akses pasar produk.

Menurutnya, sebagai bentuk komitmen, semua pihak harus memberikan pendampingan dan pembinaan kepada pelaku UMKM. Sehingga mereka dapat menghasilkan inovasi produk yang berkualitas dan berdaya saing.

“Digitalisasi sangat strategis bagi UMKM agar tetap bertahan, tapi tentu pelatihan dan pendampingan harus ditingkatkan. Sehingga tercipta pengembangan ekosistem digitalisasi UMKM yang berkelanjutan,” ujar Mar’uf, dalam sambutannya pada webinar tentang UMKM di Jakarta yang diikuti, Cendana News, Selasa (24/8/2021).

Syarat keduanya adalah pendampingan dan pengembangan UMKM yang potensial ekspor. UMKM ini harus didukung dengan fasilitas pembiayaan dan kolaborasi atau bermitra dengan usaha besar. Selama ini, UMKM mampu pendorong pertumbuhan ekonomi nasional, meski pun dalam kondisi pandemi Covid-19.

Dari data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) tahun 2020, tercatat UMKM berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 61 persen. Selain itu, UMKM juga mampu menyerap 97 persen dari total tenaga kerja. Bahkan UMKM mampu menghimpun hingga 60,4 persen dari total nilai investasi

“Jadi, terbukti UMKM ini faktor pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Tapi, agar terus bertahan diperlukan inovasi pemasaran digitalisasi dengan pendampingan dan edukasi,” ungkap KH. Mar’ruf Amin yang juga menjabat Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI).

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM), Teten Masduki menambahkan, pelaku UMKM mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produknya hingga ke pasar global.

“Untuk tembus pasar global dengan sistem digitalisasi atau e-commerce, kami mendorong UMKM dapat meningkatkan standar produknya, agar dapat bersaing,” ujar Teten, pada acara yang sama.

Dia menyebut, transformasi ke arah digital merupakan kunci agar UMKM bisa bertahan. Apalagi dalam kondisi Covid-19 saat ini sangat diperlukan berbagai inovasi dan kreativitas, salah satunya pemasaran digitalisasi.

“Transformasi ke ranah digital, tercatat ada 8 juta pelaku UMKM yang telah gabung ekosistem digital. Kami targetkan 2024 di angka 30 juta UMKM masuk platfrom digital,” pungkasnya.

Lihat juga...