Warga RW 02 Cijantung Tanam Aneka Sayuran untuk Ketahanan Pangan

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Ragam jenis sayuran dan tanaman obat (Toga) menghiasi Taman PKK  (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) RW 02, Kelurahan Cijantung, Jakarta Timur. Di taman ini semua tanaman tertata rapi dalam pot dan sebagian ada yang ditanam langsung di media tanah.

Di tangan para kader PKK RW 02 Cijantung, ragam tanaman itu dikembangkan hingga terlihat asri dan sejuk.

Ketua RW 02 Cijantung, R.Suparni mengatakan, dalam program Kampung Tangguh yang dicanangkan pemerintah, maka setiap RW harus mengembangkan ketahanan pangan untuk pemenuhan kebutuhan warga.

Apalagi saat ini di tengah kondisi pandemi Covid-19, ketahanan pangan menjadi penting untuk dilakukan dengan penerapan urban farming atau pertanian perkotaan.

“Untuk mencukupi kebutuhan warga di tengah pandemi Covid-19, kita kembangkan program ketahanan pangan dengan menanam ragam jenis sayuran di taman ini,” ujar Parni demikian panggilannya kepada Cendana News, saat ditemui di area Taman PKK RW02 Cijantung, Jakarta Timur, Senin (9/7/2021).

Di taman yang berada di lingkungan RT08 RW02 ini ditanam puluhan jenis sayuran, di antaranya cabai, terong, kacang panjang, singkong, kangkung dan lainnya.

Selain itu, terdapat juga tanaman toga, seperti jahe, kunyit, lengkuas, sirih, pecah beling, lidah buaya, temu lawak, dan lainnya. Tertanam juga pohon produktif seperti jambu, mangga dan pisang.

Di taman ini juga terdapat budidaya ikan lele dan ikan nila dalam kolam tanah yang dilapisi karung untuk menahan tanah agar tidak turun.

Ketua RW 02 Cijantung, R. Suparni sedang memantau tanaman sayuran dan toga di area Taman PKK RW 02 yang berada di Jalan Studio Mini Kelurahan Cijantung, Jakarta Timur, Senin (9/7/2021). -Foto: Sri Sugiarti

Pinggiran kolam ikan ini dipenuhi tanaman yang ditanam di media tanah langsung. Di samping kolam, terdapat saung untuk bersantai menikmati keasrian ragam tanaman hijau di taman itu.

“Hasil penen sayuran dan ikan, dibagikan pada warga. Utamanya warga pasien Covid-19 yang sedang isolasi mandiri (isoman), itu tiap Jumat kita bagikan sayuran dan ikan yang dibudidayakan di taman ini. Sayuran dan ikanya dimasak dulu di sini ada dapur umumnya, setelah matang dibagikan ke warga yang isoman,” urainya.

Karena menurutnya, keperdulian kepada warga yang terdampak wabah corona harus terus ditingkatkan dan ketahanan pangan menjadi penting dilakukan untuk mencukupi kebutuhan hidup warga.

“Insyaallah sayuran, ikan dan toga yang ada di taman PKK RW02 ini bermanfaat bagi warga,” ujar Parni.

Lebih lanjut dikatakan dia, pengembangan tanaman obat bertujuan untuk menjadikan lingkungan lebih hijau dan bermanfaat untuk penawar obat jika ada warga yang sakit.

“Khasiat toga kan sangat bagus untuk kesehatan tubuh, apalagi ini Covid-19 masih melanda. Nah, minum obat berbahan dasar toga dipercaya dapat jaga stamina tubuh, tingkatkan imun,” ungkapnya.

Parni memperbolehkan warganya yang meminta toga ini untuk memetiknya sendiri dijadikan ramuan obat herbal untuk dikonsumsi.

Kan toga ini untuk warga. Budidaya sayuran dan ikan juga kan untuk ketahanan pangan warga. Jadi bukan untuk dijual belikan,” ujarnya.

Dalam merawat tanaman, Parni menerapkan sistem piket kepada para anggota Dasa Wisma (Dawis) di setiap RT.Agar mereka menyiram tanaman itu secara bergantian setiap harinya. Sedangkan untuk penyubur tanaman ditaburi dengan pupuk kompos.

“Di taman ini juga ada pengembangan bank sampah, jadi bisa manfaatkan pupuk kompos untuk nyuburin tanaman,” imbuhnya.

Parni berharap tanaman sayuran, toga dan budidaya ikan di taman ini dapat berkembang agar bermanfaat lebih maksimal lagi untuk mencukupi kebutuhan warga.

Dia juga berharap warganya dapat berpartisipasi melakukan penghijauan dengan menanam sayuran atau toga di halaman rumahnya. Sehingga kegiatan urban farming menjadi hobi setiap warga.

“Alhamdulillah sudah ada beberapa warga yang tanam sayuran di rumahnya dengan sistem hidroponik maupun di tanam di pot. Kita edukasi terus warga,” ucap Parni.

Pengurus Pokja 3 PKK Kelurahan Cijantung, Maryuni mengatakan, pihaknya terus mendorong RW dan RT agar melakukan penghijauan di lingkungannya dengan menggerakkan warga.

Lahan perkotaan yang sempit menurutnya, bukan penghalang untuk kegiatan penghijauan ketahanan pangan. Salah satunya bisa mengembangkan program urban farming melalui sistem hidroponik.

“Kami berharap di setiap RW ada taman yang rindang ditanami sayuran dan toga untuk ketahanan pangan warga,” ujar Yuni demikian panggilan Maryuni saat dihubungi Cendana News.

Sebagai kader Pokja 3 PKK yang bertugas mengelola pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, Yuni terus memberikan arahan kepada warga. Dengan harapan agar mereka menanam sayuran dan toga  di teras rumah untuk memenuhi kebutuhan pangan di tengah pandemi Covid-19.

“Lahan sempit di pekarangan rumah bukan penghalang, tiap lingkungan RW RT  harus hijau royo-royo dengan tanaman sayur dan toga untuk wujudkan ketahanan pangan,” pungkasnya.

Lihat juga...