263 Sekolah di Bekasi Mulai PTM Terbatas

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, hari ini memulai melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di 263 sekolah. Jumlah tersebut sesuai sekolah yang telah mengikuti Adaptasi Tatanan Hidup Baru Satuan Pendidikan (ATHB-SP).

“Alhamdulillah, pemerintah Kota Bekasi telah melaksanakan PTM Terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat. Melihat dan meninjau langsung pelaksanaan di sekolah-sekolah bersama pemangku jabatan di wilayah,” kata Inayatullah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Rabu (1/9/2021).

Dikatakan, bahwa  suksesnya kegiatan PTM terbatas ini berkat adanya kerja sama dan sinergi dari seluruh satuan pendidikan, para camat, lurah dan kepala puskesmas, sebelumnya para satuan pendidikan telah melakukan berbagai kesiapan dan fasilitas pendukung PTM terbatas.

“Tentunya kami mendapat arahan langsung dari Pak Wali, dan bersama-sama kami melaksanakan dengan didukung oleh pejabat di wilayah, baik camat, lurah, dan kepala puskesmas serta rekan-rekan dari tiga pilar,” jelas Inayatullah.

Ia menjelaskan, sebelumnya telah dilakukan berbagai kesiapan, salah satunya dengan memperketat protokol kesehatan serta menyiapkan fasilitas pendukung, supaya para siswa dan tenaga pendidik bisa aman dan sehat, sebelumnya juga telah dilakukan vaksinasi.

Tinjauan PTM tersebut dilakukan SMPN 19 Kota Bekasi, Wilayah Kecamatan Medansatria, SMPN 4 Kota Bekasi, Wilayah Kecamatan Bekasi Selatan, SMPN 3 Kota Bekasi dan SMPN 1 Kota Bekasi, di Wilayah Kecamatan Bekasi Timur.

Inayatullah terlihat menyambangi para murid dan tenaga pendidik saat berlangsungnya kegiatan PTM terbatas, yang diikuti dengan antusiasme peserta didik dan tenaga pendidik.

Ia pun meminta peserta didik dan sekolah mematuhi aturan yang telah ditetapkan. Salah satunya, adalah peserta didik  wajib diantar-jemput oleh orang tua/wali murid atau pihak yang bertanggung jawab untuk mengantar ke sekolah. Hal itu untuk menghindari terjadi kerumunan ketika pulang sekolah.

“Sekolah dan orang tua wali murid harus memastikan peserta didik pulang sekolah langsung ke rumah, tidak berkumpul. Pengawasan ini juga akan melibatkan personel Satpol PP hingga TNI dan Polri,” pungkasnya.

Pemerintah Kota Bekasi telah menerbitkan Surat Edaran nomor 420/6378/ Setda TU Tentang Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Bekasi. Di dalamnya terdapat hal-hal yang harus diperhatikan dan kegiatan utama, yang harus diterapkan secara disiplin oleh satuan pendidikan (sekolah) sesuai protokol kesehatan.

Sekretaris Dinas Pendidikan kota Bekasi, Krisman, menambahkan dalam surat edaran sekolah bisa melakukan pembelajaran tatap muka dengan persyaratan, di antaranya persetujuan orang tua, siswa sudah divaksin

Sedangkan untuk kesiapan sekolah diserahkan ke sekolah masing-masing. Tapi, vaksin tidak menjadi kewajiban siswa, yang belum divaksin juga bisa sekolah.

“Terpenting siswa itu sehat dan bisa bersekolah. Jadi, besok dibebaskan sekolah melakukan pembelajaran tatap muka (PTM), tetapi harus dilihat kesiapan sekolah. Kalau yang sudah siap PTM itu ada 263 sekolah. Bila sekolah lain ingin buka PTM, harus persiapkan sarana dan prasarana,” ungkapnya.

Lihat juga...