Ajarkan Peduli Prokes, Sekolah Ini Minta Catat Suhu Tubuh

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Sebagai upaya mengajarkan anak agar peduli terhadap kondisi kesehatan masing-masing, SD Negeri Margoyasan Yogyakarta meminta setiap siswa mencatat perkembangan suhu tubuh selama masa Pembelajaan Tatap Muka (PTM) yang digelar sejak Senin kemarin.

Sejumlah sekolah di kota Yogyakarta mulai menggelar uji coba pembelajaran tatap muka di sekolah secara terbatas sejak awal pekan ini, Kamis (23/9/2021). Foto: Jatmika H Kusmargana

Pencatatan suhu tubuh tersebut dilakukan siswa setiap hendak masuk serta pulang sekolah dengan memakai buku catatan masing-masing. Selain bisa menjadi data kesehatan bagi para siswa, catatan ini juga sekaligus menjadi laporan perkembangan kesehatan bagi para orang tua selama PTM.

Kepala Sekolah SD Negeri Margoyasan Yogyakarta, Walyanto, mengaku mendorong siswa memiliki catatan suhu tubuh tersebut sebagai upaya mengajarkan anak agar memiliki kepedulian terhadap bahaya Covid-19.

Dengan cara ini diharapkan anak dapat belajar menjaga perilaku masing-masing selama PTM di sekolah dengan menerapkan prokes secara ketat.

“Selama uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) ini kita menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat bagi semua siswa. Setiap hari hanya sebanyak 14 dari 28 siswa yang diperbolehkan masuk untuk mengikuti PTM di kelas. Setiap masuk ke lingkungan sekolah anak wajib cuci tangan dan cek suhu. Hasilnya akan langsung dilaporkan ke setiap guru kelas secara rutin,” katanya, Kamis (23/9/2021).

Dengan catatan tersebut, nantinya jika ada perubahan suhu atau pun kondisi tubuh dan kesehatan siswa, akan dapat langsung diketahui dengan mudah. Sehingga dapat dilakukan penanganan ataupun tindakan lanjutan oleh tim satgas Covid-19 tingkat sekolah.

“Jika ada masalah misalnya suhu tubuh anak naik, maka dilihat oleh tim satgas Covid-19 tingkat sekolah untuk kemudian dibawa ke ruang UKS. Jika dalam waktu 15 menit suhu tubuh anak normal, maka akan diperbolehkan kembali ke kelas untuk mengikuti PTM. Nanun jika suhunya semakin tinggi maka akan dipanggilkan orang tua siswa bersangkutan untuk diminta pulang dan beristirahat di rumah,” ungkapnya

Selama uji coba PTM ini, proses penyampaian materi di kelas maksimal hanya diperbolehkan selama 3 jam. Selama berada di sekolah siswa juga wajib selalu mengenakan masker. Saat penyampaian materi telah selesai, siswa juga diminta untuk langsung pulang ke rumah. Dengan dijemput orang tua secara drive thru.

“Biasanya potensi kerumunan terjadi saat waktu penjemputan oleh orang tua. Karena itu kita sengaja memberikan jeda waktu kepulangan bagi siswa kelas V dan VI. Selain itu saat siswa hendak pulang, wali kelas juga akan memberi tahu masing-masing orang tua siswa sehingga diharapkan mereka tidak perlu menunggu lama,” ungkapnya.

Sementara itu salah seorang wali murid/orang tua siswa, Agus mengaku menyambut baik penerapan uji coba PTM secara terbatas yang dilakukan sekolah mulai awal pekan ini. Ia menilai dengan kondisi penyebaran Covid-19 yang semakin melandai, sudah semestinya PTM kembali digelar.

“Karena  saat ini kondisinya sudah jauh membaik. Jadi ya mestinya sekolah bisa jalan lagi. Tentu dengan penerapan prokes. Karena kasihan anak-anak jika terus-terusan belajar di rumah. Selain pembelajaran menjadi tidak maksimal, kita orang tua juga kesulitan jika harus mengajarkan materi pelajaran ke anak,” katanya.

Lihat juga...