Akhir Tahun ini, DCML Bantar Agung Kembangkan Kedai Kopi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAJALENGKA — Pesona wisata dan keindahan alam Desa Bantar Agung, Kecamatan Sidangwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat menjadi peluang emas untuk mengembangkan kedai kopi. Ditargetkan akhir tahun ini, launching kedai kopi dengan konsep yang lebih besar dan baru akan dilakukan oleh Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Bantar Agung.

Ketua Koperasi Bantar Agung, Heryanto di kantor koperasi, Kamis (9/9/2021). (FOTO : Hermiana E.Effendi).

“Kemarin, saat pengurus Yayasan Damandiri berkunjung ke Bantar Agung, sudah menyanggupi untuk membangun kedai kopi dengan konsep yang baru dan lebih besar. Targetnya, pada akhir tahun ini sudah mulai beroperasi, untuk menyambut tahun baru,” kata Ketua Koperasi Bantar Agung, Heryanto, Kamis (9/9/2021).

Pengembangan kedai kopi tersebut, dinilai cukup potensial, sejalan dengan mulai dibukanya kembali tempat wisata di Desa Bantar Agung. Lokasi kedai kopi yang berada pada jalur menuju tempat wisata, dipastikan akan ramai dikunjungi para wisatawan.

Aher, sapaan Heryanto menjelaskan, sebenarnya cikal bakal kedai kopi sudah dibangun sejak satu tahun lalu, sehingga untuk lokasinya sudah tersedia. Pembukaan kedai kopi merupakan unit usaha lain yang dibangun koperasi.

“Kedai kopi sudah ada, hanya saja kemudian terjadi pandemi Covid-19 yang berkepanjangan dan menyebabkan tempat-tempat wisata ditutup, hingga akhirnya kedai kopi harus tutup. Selain karena tempat wisata yang menjadi andalan pemasaran kopi tutup, juga karena pembukaan kedai masih dilarang oleh pemerintah desa, sebab berpotensi menimbulkan kerumunan,” jelasnya.

Dipilihnya usaha kedai kopi, lanjut Aher, karena potensi wisata di Desa Bantar Agung sangat banyak dan indah. Pengelolaan wisata juga sudah berjalan dengan baik, sehingga pihak koperasi lebih membidik pada wisata kuliner dengan mengangkat potensi kopi lokal.

Selama ini kopi asli dari Desa Bantar Agung cukup banyak dan sebagian besar justru lebih dikenal di luar daerah. Sehingga sebagai putra asli daerah, ia mengaku terpanggil untuk mengenalkan dan melestarikan kopi Bantar Agung di wilayahnya sendiri. Mengingat rasa dan cita rasa kopi Bantar Agung tidak kalah dengan kopi lainnya yang sudah dikenal luas.

Kedai kopi dengan konsep baru, nantinya juga akan mengakomodir produk-produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) setempat, sehingga produk UMKM akan terangkat bersama-sama dengan kopi Bantar Agung.

Salah satu warga Desa Bantar Agung, Amirah mengatakan, ia membuat produk emping dan keripik pisang. Sebelum pandemi, produk-produk tersebut dipasarkan serta dipajang pada kedai kopi yang dikelola koperasi.

“Tetapi setelah kedai kopi ditutup, karena pandemi, saya masih tetap menjual keripik pisang dan emping melalui koperasi, tetapi penjualannya menurun sekali, karena tidak ada wisatawan yang datang,” tuturnya.

Amirah berharap, kedai kopi dengan konsep baru dapat segera terealisasi, sehingga pemasaran keripik pisang miliknya bisa kembali meningkat.

Lihat juga...