Akses Listrik untuk Irigasi Pertanian di Boyolali Dipermudah

BOYOLALI – Pemerintah Kabupaten Boyolali bekerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah & D.I.Yogyakarta mendorong perekonomian petani dengan memberikan kemudahan mengakses listrik untuk sumur irigasi pertanian.

Program pertanian dengan energi listrik tersebut sinergi antara PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jateng & D.I.Yogyakarta dengan Pemkab Boyolali dalam program “electrifying agriculture” atau pertanian dengan energi listrik, kata Kepala Dinas Pertanian Boyolali Bambang Jiyanto, di sela acara penyalaan listrik sumur sawah untuk 33 pelanggan sebesar 126.400 Volt Ampere (VA), di kawasan persawahan Desa Jagoan, Kecamatan Sambi, Boyolali, Jateng, Kamis.

“Ini salah satu bukti kehadiran negara dalam menjawab permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat, khususnya para petani di Kabupaten Boyolali melalui PLN yang memberikan kemudahan dalam mengakses listrik untuk sumur pertanian,” kata Bambang Jiyanto.

Upaya yang dilakukan Pemkab Boyolali untuk pemenuhan air irigasi antara lain bantuan pembangunan sumur dalam di Desa Jagoan pada 2019, di mana satu sumur bisa mengairi 15 hektare sawah. Pihaknya mengapresiasi PLN yang telah menyambungkan sekitar 89 titik sumur dengan masing-masing daya 3.500 VA. Harapannya, kemitraan ini dikembangkan di wilayah lain.

“Banyak sentra-sentra produksi pangan yang lokasinya jauh dari jalur listrik dan sangat butuh aliran listrik untuk menaikkan air bagi sawahnya, yang tentu saja mohon dengan tarif ringan atau subsidi. Agar biaya produksi bisa ditekan, indeks pertanaman bisa ditingkatkan dan pendapatan petani membaik,” kata Bambang.

Pemkab Boyolali harus menyediakan sekitar 118.500 ton beras setiap tahunnya, dan selama lima tahun terakhir mengalami surplus minimal 44.000 ton beras.

Lihat juga...