Angka Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Kabupaten PPU Masih Tinggi

Menurut Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas P3AP2KB Kabupaten PPU, Nurkaidah, pembentukan PATBM pada desa dan kelurahan dimaksudkan untuk menekan jumlah kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan.

Unsur yang tergabung dalam tim PATBM meliputi kepala desa atau lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat setempat. Sifat keanggotaan dalam PATBM adalah sebagai relawan. “Tugas tim dalam PATBM adalah untuk membantu melaporkan jika ada tindakan kekerasan terhadap anak, kemudian melakukan pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan di masing-masing desa atau kelurahan,” tuturnya.

Pola perlindungan berbasis masyarakat tersebut, merupakan langkah efektif, karena selama ini pelaku tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak didominasi oleh orang dekat maupun keluarga dekat. Sehingga tim di PATBM lebih cepat memantau. (Ant)

Lihat juga...