Antisipasi Banjir, Warga Bandung Geliatkan Bersih-bersih Saluran Air

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANDUNG — Sejumlah masyarakat di kelurahan Dago, kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat mulai aktif melakukan giat bersih-bersih saluran air untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya banjir.

Deni Ramanda, warga kelurahan Dago, kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat ikut melakukan kerja bakti membersihkan saluran air untuk mengantisipasi banjir, Rabu (15/9/2021). Foto : Amar Faizal Haidar

Deni Ramanda (34) warga setempat memprakirakan, musim hujan tahun ini akan tiba lebih cepat. Pasalnya, sejak tiga hari terakhir, hujan sudah mulai mengguyur meskipun masih dalam intensitas yang rendah.

“Jadi kita semua warga RT 05/RW 06 inisiatif untuk kerja bakti bersih-bersih lingkungan dari sekarang, terutama saluran-saluran air. Karena kelihatannya sebentar lagi akan mulai musim hujan,” ujar Deni kepada Cendana News, Rabu (15/9/2021) di lokasi kerja bakti.

Deni mengatakan, kerja bakti tersebut di bagi ke dalam tiga kelompok, pertama adalah kelompok yang membersihkan saluran air. Kelompok kedua mengangkut dan membuang sampah, sementara kelompok ketiga menyapu jalanan.

“Kebetulan saya di kelompok yang membersihkan saluran air. Kita mencabut rumput-rumput liat di sekitar saluran air, terus kita juga angkut sedimentasinya, biar tidak terlalu dangkal,” jelas Deni.

Sementara itu, Agus Sukarya, Ketua RT setempat mengungkapkan, bahwa selama ini wilayahnya memang tidak pernah mengalami banjir, meski demikian, ia menyebut, upaya untuk menjaga kebersihan saluran air tetap harus terus dilakukan.

“Kita tidak tahu nantinya seperti apa, bisa saja kalau sampah menumpuk, air meluap ke rumah warga. Yang terpenting  kita jaga lingkungan ini,” ujarnya.

Agus pun bersyukur, karena masyarakat setempat memiliki kepedulian yang cukup baik terhadap kebersihan lingkungan, sehingga tidak sulit untuk diajak melakukan kerja bakti.

“Alhamdulillah masyarakat kompak, setiap mau musim hujan kita rutin bersih-bersih. Kita semua sadar lah, kalau lingkungan kotor, yang tidak nyaman kan bukan cuma satu atau dua orang, tapi semuanya,” pungkas Agus.

Lihat juga...