Apang Bugis, Camilan Tradisional Bahan Dasar Gula Aren

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Berbagai camilan khas Nusantara dari berbagai daerah ada di Kota Metropolitan Bekasi, yang dihuni penduduk multi kultural. Beragam makanan khas bisa ditemui di wilayah tersebut, salah satunya apang bugis.

Apang bugis atau apem, adalah satu kue tradisional sarat makna harus ada setiap ritual budaya seperti Songka Bala’, apang kerap juga ditemui pada acara-acara suku Bugis lainnya. Tapi di Bekasi, apem bugis dijual di tepi jalan menggunakan langsung besar agar tetap hangat.

“Apang bugis ini, adalah kue tradisional kerap ada setiap ritual budaya atau acara syukuran tertentu. Memang dinikmati saat panas, maka akan lebih terasa,” ungkap Fajar penjual apang bugis di Jalan Wibawamukti 2 Jatiluhur, Kota Bekasi, kepada Cendana News, Sabtu (4/9/2021).

Dikatakan apang bugis buatannya tersebut murni menggunakan bahan baku gula aren, sebagai ciri khasnya. Sehingga memiliki karakter dan rasa yang sama seperti daerah asalnya. Apem atau apang ini cocok untuk teman teh atau kopi bersama keluarga.

Fajar, penjual kue apang bugis ditemui di Jalan Wibamukti 2, Kota Bekasi, Sabtu (4/9/2021). -Foto M. Amin

Menurutnya akhir pekan begini, jumlah pesanan lebih meningkat. Apalagi ide menjual apang ini terbilang baru, dan cukup menarik perhatian karena menggunakan alat besar yang di bawahnya diberi bara agar apang tetap dalam kondisi hangat.

“Apang bugis ini menggunakan teknik kukus dengan alat besar agar menjaga kehangatannya. Ini bahan baku utamanya gula aren, cocok untuk ngopi di malam hari atau pagi,” jelasnya.

Bahan bakunya gula aren, air kelapa, daun pandan, tepung beras, ragi, santan kelapa,  sedikit garam, baking powder agar mengembang. Sehingga rasanya manis sedikit natural begitu karena menggunakan air kelapa.  Cara pembuatannya pun gampang bahan baku tadi direbus dan dituangkan ke dalam tepung beras untuk diaduk rata sebelum dikukus.

“Untuk menikmatinya agar menambah kegurihannya menggunakan kelapa parut. Karena untuk menetralisir rasa manis gula aren. Tapi bisa juga langsung dimakan begitu saja tanpa kelapa parut tergantung selera,” jelasnya mengaku cukup diminati di kota Bekasi.

Mas Den, salah seorang pembeli, mengakui menyukai kue apem khas Bugis ini karena rasa gula arennya. Untuk tekstur apem bugis dan apem jawa memiliki kesamaan tapi mungkin rasanya berbeda. Apem jawa manisnya beda, apang bugis ini agak pahit begitu karena gula aren dan raginya terasa.

“Kalau dimakan dingin memang apang bugis terasa ada air kelapa, aren, dan raginya jadi agak asam, manis dan pahit gitu. Sensasinya bedalah dibanding apang jawa,” ucapnya.

Lihat juga...