ASPPI Jabar: Kolaborasi Kunci Bangkitkan Kembali Pariwisata

Editor: Makmun Hidayat

BANDUNG — Tidak ada yang menyangkal, bahwa pariwisata merupakan sektor paling terpukul akibat pandemi Covid-19. Bahkan sampai saat ini, sektor tersebut belum kunjung membaik, lantaran sejumlah destinasi wisata masih ditutup, termasuk di Kabupaten Bandung.

Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Jawa Barat (Jabar), Chevy Ferdian mengatakan, bahwa kunci keberhasilan untuk membangkitkan kembali pariwisata adalah kolaborasi. Menurutnya, semua pihak harus saling memberikan kontribusi sesuai porsinya masing-masing.

“Saya ingin menekankan bahwa peran masyarakat sangat penting. Kalau ingin pariwisata bangkit, ya harus bersedia divaksin. Karena kan kita mau mencapai target herd immunity (kekebalan kelompok). Kalau ini tercapai, maka pembatasan kegiatan akan dilonggarkan, dan otomatis pariwisata bisa dibuka,” ujar Chevy dalam webinar bertajuk Bagaimana Bertahan di Masa Pandemi, Minggu (5/9/2021).

Berdasarkan data yang dimilikinya, saat ini vaksinasi di Jawa Barat baru mencapai sekitar 60 persen. Itu artinya, Lanjut Chevy, masih dibutuhkan sekitar 20 persen untuk mencapai target minimal herd immunity.

“Jadi mari sama-sama kita berkolaborasi. Di sisi lain kita juga berharap pemerintah bisa menyiapkan vaksin serta berbagai instrumen pendukung lainnya agar target itu bisa segera tercapai,” tukasnya.

Chevy juga menyebut, bahwa para pelaku pariwisata di Kabupaten Bandung sejatinya sudah sangat siap membuka pariwisata. Mereka pun sangat mengerti bagaimana menjalankan kegiatan wisata sesuai standar protokol kesehatan yang baik dan benar.

“Intinya kita berharap semua wisata bisa dibuka kembali. Mal saja yang indoor bisa dibuka, masa yang outdoor seperti tempat wisata masih ditutup, padahal secara manajemen sudah sangat baik dan siap. Apalagi di wilayah Jabar ini kasus sudah menurun, dan untuk bepergian sudah tidak wajib lagi PCR, cukup dengan antigen,” jelas Chevy.

Sementara itu, Fatharani Sefa, salah seorang peserta webinar mengungkapkan, bahwa dirinya sudah sangat merindukan kegiatan wisata, terutama di Kabupaten Bandung yang terkenal dengan keindahan alamnya.

“Saya dan teman-teman ini sudah sangat rindu wisata. Kemarin-kemarin sempat dijadwalkan, eh ternyata lonjakan kasus tinggi lagi, terpaksa ditunda,” ucapnya.

Fatharani menilai, seharusnya dengan adanya CHSE dan Pedulilindungi, kegiatan pariwisata sudah bisa dibuka kembali, pasalnya, dua hal tersebut bisa membantu memastikan kegiatan masyarakat di luar rumah aman.

“Semoga saja dalam waktu dekat pariwisata benar-benar bisa dibuka. Saya setuju, kuncinya adalah vaksin. Maka dari itu saya mengajak semua masyarakat, terutama yang sudah rindu berwisata untuk melakukan vaksinasi,” pungkasnya.

Lihat juga...