Atasi Kendala Distribusi Pupuk, Pusri Luncurkan Aplikasi Sistro

BANYUWANGI — PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang, anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) meluncurkan aplikasi Sistro (system scheduling truck online) atau sistem muat pupuk terjadwal secara daring untuk menjamin kelancaran distribusi pupuk, Kamis.

Peluncuran aplikasi Sistro digelar di ruang terbuka di salaah satu hotel di Kecamatan Licin, Banyuwangi.

Dihadiri Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang Tri Wahyudi Saleh, Komisaris PT Pusri Bambang Supriyambodo, SEVP Marketing Operation PT Pupuk Indonesia (Persero) Gatoet Gembiro N, SVP Wilayah Timur PI Muhammad Yusri, Manajemen Pusri dan Distributor PI Wilayah Jatim 2.

“Sistro ini adalah sistem penjadwalan truk secara daring untuk pendistribusian pupuk, termasuk sinkronisasi kedatangan truk, sehingga tidak terjadi antrean,” ujar Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang, Tri Wahyudi Saleh kepada wartawan di Banyuwangi.

Menurut dia, selama ini jadwal muat pupuk tidak terjadwal dengan baik sehingga terjadi antrean panjang dan menyebabkan distribusi pupuk ke petani terkendala.

Oleh karena itu, kata dia, PT Pusri meluncurkan aplikasi Sistro untuk mengatasi potensi permasalahan keterlambatan pendistribusian pupuk.

“Jadi, sistem muat pupuk terjadwal secara daring ini merupakan perbaikan PT Pupuk Indonesia (Persero) untuk memantau distribusi pupuk. Sedangkan untuk truk atau armada yang datang tidak sampai antre karena bisa monitor lewat HP mereka,” tukasnya.

Dalam kesempatan itu, Dirut PT Pusri Palembang juga menyosialisasikan program Makmur, yakni program pendampingan intensif kepada petani dan budi daya pertanian berkelanjutan serta melibatkan rantai pasok dan didukung teknologi dengan berbasis konsep triple bottom line 3P (people, planet, profit) untuk memakmurkan petani Indonesia.

“Program ini antara lain bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian dan adopsi pertanian unggul. Kami juga berharap Pusri bersama PI dapat terus mendukung pemerintah dalam program ketahanan pangan nasional,” tuturnya. (Ant)

Lihat juga...