Bangun 16 Halte BTS, Banyumas Alokasikan Anggaran Rp700 Juta

Editor: Maha Deva

 Kepala Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie di kantornya, Sabtu (11/9/2021). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

PURWOKERTO – Di tengah refocusing anggaran, Kabupaten Banyumas tetap melakukan pembangunan demi memulihkan ekonomi. Untuk sarana transportasi, tahun ini Banyumas mengalokasikan anggaran Rp700 juta, untuk membangun 16 unit halte bus Buy The Service (BTS).

Pembangunan halte BTS tersebut dilaksanakan, setelah Banyumas masuk sebagai salah satu dari 10 kabupaten, yang dipilih Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat, mendapatkan program BTS. “Untuk kota atau kabupaten yang dipilih mendapatkan program BTS, yaitu dengan kriteria tingkat kemacetan tinggi dan terdapat pariwisata yang potensial, Kabupaten Banyumas masuk dalam kriteria tersebut, sehingga tahun ini akan dilakukan pembangunan 16 halte BTS,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie, Sabtu (11/9/2021).

Belasan halte BTS tersebut akan dibangun di karidor Patikraja – Baturaden dan Terminal Bulupitu – Baturaden. Ada tiga tipe halte BTS yang akan dibangun yaitu tipe A, untuk halte berukuran besar dan terintegrasi. Kemudian, tipe B untuk halte berukuran sedang, dan tipe C untuk halte kecil. “Pada 16 titik halte tersebut, terdapat tiga tipe yaitu tipe A, B dan C,” jelas Agus.

Agus mengatakan, sebenarnya untuk memenuhi kebutuhan pelayanan, dibutuhkan kurang lebih 200 titik halte. Namun, mengingat kemampuan keuangan daerah, maka untuk tahun ini baru bisa dibangun 16 titik. “Untuk kekurangan halte selanjutnya, nanti akan dibangun dengan bantuan dari Kementrian Perhubungan serta program corporate social responsibility (CSR),” katanya.

Kepala Seksi Angkutan Dinhub Kabupaten Banyumas, Muhammad Soleh Wibowo menyampaikan, dari empat koridor yang diajukan ke Ditjen Perhubungan Darat, hanya tiga koridor yang disetujui. Saat ini proyek pembangunan 16 halte tersebut sudah masuk tahap lelang. “Kita targetkan di November nanti sudah launching untuk BTS, sekarang pembangunan halte sudah masuk tahap lelang,” jelasnya.

Sebelumnya, Ditjen Perhubungan Darat menyiapkan anggaran hingga Rp500 miliar untuk program BTS. Anggaran tersebut untuk pengadaan BTS di 10 kota besar di Indonesia, termasuk Kabupaten Banyumas. Program BTS ini sudah berjalan sejak tahun lalu di lima kota besar yaitu, Bali, Yogyakarta, Solo, Medan dan Palembang. Kabupaten Banyumas masuk dalam program tersebut di 2021 ini. “Tujuan dari BTS ini, selain dalam rangka pemulihan ekonomi, juga untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi guna meminimalkan pencemaran lingkungan. Dan sebagai gantinya, kita sediakan angkutan umum yang nyaman,” pungkas Agus.

Lihat juga...